Gold Price

Category

Search This Blog

Sunday, February 13, 2011

Soda Tingkatkan Risiko Stroke







TEMPO Interaktif, Miami  - Anda suka menenggak minuman bersoda? Apalagi sampai mengkonsumsinya tiap hari? Pikirkanlah kembali. Minuman bersoda diketahui tak baik efeknya bagi kesehatan. Satu penelitian baru menunjukkan efek buruk soda bagi kesehatan, yakni meningkatkan risiko terkena stroke. 


Hannah Gardener, seorang ahli epidemiologi di University of Miami Miller School of Medicine mengemukakan, pihaknya melihat peningkatan risiko yang signifikan antara mereka yang minum soda tiap hari dan mereka yang tidak minum soda. ”Risikonya naik 61 persen," kata Gardener.Gardener yang akan mempresentasikan penelitiannya di Konferensi Stroke Internasional 2011 di Los Angeles, pekan depan. 


Stroke adalah penyebab utama kematian nomer tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Menurut American Stroke Association, di Amerika Serikat lebih dari 137.000 orang per tahun meninggal akibat stroke.


Penelitian sebelumnya menunjukkan mereka yang minum lebih dari satu minuman bersoda sehari, lebih mungkin terkena sindrom metabolik atau faktor risiko tekanan darah tinggi, peningkatan trigliserida (lemak darah ), kadar kolesterol HDL rendah dan gula darah tinggi. Sindrom metabolik, pada gilirannya, meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.


Gardener dan rekan-rekannya mengevaluasi kebiasaan minum soda dari 2.564 orang di Manhattan Utara dan melihat apakah ada hubungannya dengan stroke. Para peserta rata rata usianya adalah 69 tahun. Hasilnya, selama 9 tahun rata-rata tindak lanjut, 559 orang mengalami gangguan pembuluh darah (vaskular), termasuk menderita stroke yang disebabkan oleh perdarahan dan yang disebabkan oleh pembekuan (stroke iskemik).


Para peneliti juga menimbang faktor lain seperti usia, jenis kelamin, etnis, aktivitas fisik, asupan kalori, merokok dan kebiasaan minum alkohol. Peneliti menemukan mereka yang minum soda harian 61 persen lebih mungkin memiliki terkena gangguan vaskular. 


Dalam sebuah studi terpisah, Gardener juga menemukan konsumsi garam tinggi dikaitkan dengan risiko kena stroke yang lebih tinggi. Dengan data yang sama, dia mengevaluasi asupan garam mereka dan mengikuti mereka selama hampir 10 tahun. Selama waktu itu, 187 stroke iskemik terjadi. Mereka yang mengkonsumsi lebih dari 4.000 miligram hari natrium memiliki lebih dari dua kali lipat risiko stroke iskemik daripada mereka yang mengkonsumsi kurang dari 1.500 miligram per hari.


The American Heart Association merekomendasikan kurang dari 1.500 miligram per hari. Pedoman diet di Amerika merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 2.300 miligram per hari dan bahkan kurang dari 1.500 miligram per hari bagi mereka yang umurnya 51 ke atas. Batas amas konsumsi 1.500 miligram per hari juga berlaku bagi mereka yang hipertensi, diabetes atau penyakit ginjal kronis.


Nur Rochmi | Healthday
KAMIS, 10 FEBRUARI 2011 | 11:11 WIB




Sumber

0 comments:

Post a Comment