Gold Price

Category

Search This Blog

Saturday, July 29, 2017

Polip Kolon, Penyakit di Usus Besar yang Bisa Serius


Polip kolon adalah gumpalan kecil dari sel-sel yang terbentuk pada lapisan usus besar (kolon). Meskipun polip kolon tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus dapat menjadi kanker seiring berjalannya waktu.

Siapapun dapat mengalami polip pada kolon. Orang yang mempunyai risiko tinggi mengalami polip kolon yaitu yang berusia lebih dari 50 tahun, kelebihan berat badan atau perokok, makan tinggi lemak dan kurang serat, serta yang memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena polip kolon atau kanker kolon.

Biasanya polip kolon tidak menimbulkan gejala, sehingga para ahli menyarankan skrining (pemeriksaan) secara rutin. Polip kolon yang ditemukan pada tahap awal biasanya masih dapat disembuhkan dengan tuntas. Skrining membantu mencegah kanker kolon, karena penyakit ini seringkali fatal ketika dideteksi pada tahap yang sudah lanjut.

Ada tiga jenis utama dari polip kolon:

1. Adenomatosa
Sebagian besar polip termasuk dalam kategori ini. Meskipun hanya sebagian kecil polip yang berkembang menjadi kanker, namun hampir semua polip ganas yang berasal dari jenis adenomatosa.

2. Hiperplastik
Polip ini paling sering terjadi di kolon dan rektum. Biasanya memiliki ukuran kurang dari 5 mm, jenis polip ini sangat jarang berkembang menjadi kanker.

3. Inflamasi
Polip ini dapat menyertai serangan ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon. Meskipun polip sendiri tidak terlalu berbahaya, namun memiliki ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon meningkatkan risiko kanker kolon.

Penyebab:
Sebagian besar polip tidak bersifat ganas atau berkembang menjadi kanker. Namun seperti kebanyakan kanker, polip adalah hasil dari pertumbuhan sel yang abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur yang merupakan proses yang dikontrol oleh gen.

Mutasi dalam setiap gen ini dapat menyebabkan sel untuk terus membelah bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Jika pembelahan sel-sel dalam kolon dan rektum tidak terkontrol, maka dapat menyebabkan terbentuknya polip.

Selama jangka waktu yang panjang, beberapa polip dapat menjadi ganas. Polip dapat berkembang di bagian mana saja di dalam kolon. Polip dapat berukuran kecil atau besar dan datar (sesil) atau berbentuk menyerupai jamur atau seperti melekat pada batang (pedunkulata). Secara umum, semakin besar ukuran polip, semakin besar kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker.

Gejala:
Polip kolon sering muncul tanpa gejala, seringkali polip kolon tidak terdeteksi sampai dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Namun, sebenarnya beberapa tanda dan gejala yang dapat mengarah pada polip kolon, antara lain:

1. Perdarahan pada dubur
Perdarahan pada dubur belum tentu merupakan gejala polip kolon, namun sebaiknya berkonsultasilah pada dokter jika mengalami kondisi ini.

2. Sembelit atau diare
Meskipun perubahan dalam kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari seminggu dapat menunjukkan adanya polip kolon, namun juga dapat merupakan gejala dari penyakit lain.

3. Nyeri
Kadang-kadang polip kolon dapat menyumbat usus, sehingga dapat menyebabkan konstipasi, sakit perut, kram, mual, dan muntah.

Kapan perlu periksa ke dokter?
Berkonsultasilah ada dokter jika melihat tanda dan gejala berikut:

  • Nyeri perut
  • Darah pada tinja/feses
  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari seminggu


Perawatan:
Meskipun beberapa jenis polip kolon lebih memungkinkan berkembang menjadi ganas, ahli patologi biasanya harus memeriksa jaringan polip di bawah mikroskop untuk menentukan apakah itu berpotensi menjadi kanker. Untuk alasan ini, dokter kemungkinan akan melakukan biopsi (pengambilan selapis tipis jaringan untuk pemeriksaan histologis) pada polip yang ditemukan.

1. Colonoscopy atau sigmoidoscopy
Sebagian besar polip dapat diangkat selama colonoscopy atau sigmoidoscopy menggunakan lengkungan (loop) kawat yang secara bersamaan memotong tangkai polip dan cauterizes untuk mencegah perdarahan. Beberapa polip kecil dapat dibakar atau dibakar dengan arus listrik (electrosurgery). Resiko pengambilan polip (polypectomy) termasuk perdarahan dan perforasi (lubang) kolon.

2. Operasi
Colonoscopy atau sigmoidoscopy tidak terlalu aman dilakukan pada polip yang terlalu besar, sehingga biasanya dilakukan pembedahan yang seringkali menggunakan teknik laparoskopi. Setelah bagian kolon yang terdapat polip diangkat, polip masih dapat tumbuh kembali di permukaan lain kolon, sehingga penting untuk memantau terus kondisi kolon.

3. Endoscopic mucosal resection
Beberapa pusat pelayanan medis melakukan endoscopic mucosal resection (EMR) untuk menghilangkan polip yang lebih besar dengan colonoscope. Dengan teknik ini, cairan seperti garam disuntikkan di bawah polip untuk mengangkat dan mengisolasi polip dari jaringan di sekitarnya. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengangkat polip yang lebih besar. Dengan prosedur ini, Anda dapat menghindari operasi, namun belum ada studi lebih lanjut mengenai komplikasi yang dapat ditimbulkan pada prosedur ini.

4. Pengangkatan kolon dan rektum
Dalam kasus yang jarang, sindrom yang diturunkan seperti familial adenomatous polyposis (FAP), dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat seluruh kolon dan rektum (proctocolectomy total). Kemudian, dalam sebuah prosedur yang dikenal sebagai ileal pouch-anal anastomosis, sebuah kantong yang dibangun dari ujung usus kecil (ileum) yang melekat langsung ke anus. Hal ini memungkinkan untuk dapat membuang feses secara normal, meskipun menyebabkan buang air besar lebih sering dan dengan konsistensi yang lebih encer.

Sumber: MayoClinic

Wednesday, July 26, 2017

Deteksi Dini Kanker Usus Besar



Resiko terserang kanker Usus Besar (Kanker Colon) menjadi semakin tinggi dengan bertambahnya usia seseorang. Pada umumnya dunia kedokteran, berdasarkan data-data statistik, berpendapat ancaman terserang Kanker Usus Besar mulai terjadi pada usia 40 tahun keatas terutama bagi yang hidup dengan pola makan kehidupan modern.

Dengan meningkatnya usia seseorang ancaman terserang kanker tersebut menjadi bertambah pula.

Pada saat sekarang terdapat cara yang canggih yang dapat mendeteksi bahaya serangan Kanker Usus Besar secara dini dengan tindakan Kolonoskopi.

Dengan menggunakan alat Colonoscope, seorang Dokter Ahli dapat memeriksa seluruh dinding Usus Besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip yang bila dibiarkan dengan berjalannya waktu bisa berubah menjadi tumor ganas (Kanker). Di negara-negara maju pemeriksaan Kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan (Check Up) untuk yang berusia diatas 40 tahun dan terutama yang berusia lebih dari 50 tahun untuk dilakukan setiap 3-5 tahun sekali. Dengan dapat terdeteksi secara dini, dapat diambil tindakan sebelum tumor ganas tersebut menyebar yang dapat membahayakan kehidupan seseorang (kematian), karena seperti diketahui, biasanya apabila keluhan telah timbul dan dirasakan oleh seseorang, tumor telah berada pada fase lanjut dan sulit disembuhkan.

Sebaiknya apabila adanya tumor ganas dapat dideteksi pada fase dini, biasanya nyawa penderita dapat diselamatkan dengan tindakan operasi maupun dengan pengobatan lainnya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kolonoskopi?
Kolonoskopi adalah tindakan untuk memeriksa Saluran Usus Besar dengan menggunakan peralatan canggih berupa Lensa Serat Optik yang sangat lentur yang dimasukkan melalui anus (dubur) sampai menjangkau Usus Besar. Gunanya terutama untuk memeriksa keadaan dinding Usus Besar dari bahaya adanya Polip atau kelainan yang dicurigai sebagai keganasan.

Persiapan Yang Harus Dilakukan ?
Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka Usus Besar harus dibersihkan dari sisa makanan sebelum tindakan. Sehari sebelum tindakan Dokter akan memberikan instruksi mengenai jenis dan jumlah makanan yang boleh dikonsumsi agar dapat membantu pembersihan saluran Usus Besar. Untuk membersihkan saluran Usus Besar, Anda akan diinstruksikan untuk minum larutan pencuci perut pada sore hari dan malam hari sebelum pemeriksaan. Patuhi instruksi tersebut secara cermat karena prosedur akan ditunda atau harus diulang apabila Usus Besar tidak bersih. Kolonoskopi biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Pada saat tindakan, Dokter biasanya memberikan obat suntikan untuk relaksasi untuk mengurangi rasa tidak menyenangkan selama tindakan, yang kadang-kadang hanya berupa rasa kembung, tekanan di perut atau kram perut ringan.

Bagaimana Pemeriksaan Dilakukan?
Anda akan diinstruksikan untuk berbaring telentang atau menghadap kesamping. Lensa Serat Optik akan dimasukkan perlahan-lahan kedalam Usus Besar melalui anus (dubur). Bagian dalam saluran Usus Besar akan terpantau secara jelas dan cermat oleh kamera pada ujung Serat Optik yang akan menyalurkan gambar hasil pemeriksaan ke layar monitor untuk dianalisa oleh Dokter dan gambar dapat direkam dalam rekaman Video Tape. Prosedur ini biasanya memakan waktu kurang lebih 20 menit atau bisa lebih apabila dilanjutkan dengan tindakan pengangkatan Polip. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya Polip atau bagian Usus Besar yang harus diperiksa lebih detail, maka Dokter akan melakukan pengambilan Polip atau contoh jaringan pada bagian yang dicurigai adanya kelainan tersebut, dengan menggunakan alat yang sama. Contoh jaringan, selanjutnya akan diperiksa di laboratorium Patologi - Anatomi untuk menentukan ada tidaknya sel-sel ganas.

Apa Yang Disebut Polip Dan Mengapa Harus Dikeluarkan?
Polip adalah pertumbuhan abnormal dari bagian Usus Besar yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Sebagian besar Polip Usus Besar adalah jinak tetapi hal ini tidak dapat ditentukan dari penampakan luar saja melainkan harus diangkat dan diperiksa secara Patologi-Anatomi di Laboratorium. Polip Usus Besar yang dibiarkan dalam waktu lama dapat berubah menjadi sel sel ganas (Kanker) yang jika tidak diketahui secara dini, dapat menjadi fatal bagi pasien (meninggal karena Kanker). Apabila dalam pemeriksaan di Laboratorium Patologi-Anatomi ternyata ada sel-sel ganas, maka dapat secepatnya dilakukan operasi pengangkatan bagian Usus Besar yang telah terserang sel sel ganas (Kanker).

Apa Yang Dilakukan setelah Kolonoskopi?
Setelah tindakan Kolonoskopi dilakukan, pasien perlu berbaring/ istirahat sekitar 1 jam untuk menghilangkan pengaruh obat penenang yang telah diberikan. Dianjurkan agar pasien waktu pulang tidak sendiri, sebaiknya ditemani anggota keluarga atau orang lain, terutama jangan mengemudikan kendaraan bermotor dalam waktu 4 jam setelah tindakan Kolonoskopi.

Umumnya Anda bisa segera makan setelah 2 jam kemudian. kemungkinan Dokter akan membatasi aktifitas Anda dan mengatur diet Anda apabila saat dilaksanakan tindakan Kolonoskopi juga dilakukan pengangkatan jaringan atau Polip (Polipektomi). Hasil pemeriksaan akan diterangkan oleh Dokter kepada Anda secara jelas dengan menggunakan foto atau hasil rekaman Video Tape.

Kemungkinan Komplikasi Kolonoskopi
Tindakan Kolonoskopi adalah prosedur yang aman apabila dilakukan oleh Dokter yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dan sudah berpengalaman melakukan tindakan Kolonoskopi. Komplikasi jarang sekali terjadi kecuali dalam tindakan pengambilan Polip atau contoh jaringan usus Besar yang dicurigai, bisa terjadi pendarahan kecil yang biasanya berhenti setelah beberapa saat.

Sunday, July 9, 2017

Tulang Keropos


Kasus ini sering kejadian pada wanita tua dimana tulang pinggul paha maupun tulang tungkai bawah mengalami retak maupun gara  gara jatuh akhirnya patah setelah dioperasi beberapa bulan kemudian patah lagi.....

Banyak orang tidak menyadari kalau masalah osteoporosis pada lansia merupakan pembunuh tersembunyi. Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas, osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Efek dari oesteoporesis adalah perubahan bentuk a postur tubuh menjadi lebih pendek atau bongkok,keterbatasan gerak. Apalagi sudah patah tulang perlu bantuan orang akan menyebabkan keterbatasan bersosialisasi.

EPIDEMIOLOGI

Menurut Departemen Kesehatan RI, wanita memiliki resiko osteoporosis lebih tinggi yaitu 21,7%, dibandingkan dengan laki-laki yang hanya berisiko terkena osteoporosis sebanyak 14,8%. Dari hasil analisa data yang dilakukan oleh Puslitbang Gizi Depkes pada 14 provinsi menunjukkan bahwa masalah osteoporosis di Indonesia telah mencapai pada tingkat yang perlu diwaspadai yaitu 19,7%. Itulah sebabnya angka osteoporosis di Indonesia  6 kali lebih besar dari pada negara Belanda. Lima provinsi dengan resiko osteoporosis lebih tinggi adalah:
  1. Sumatera Selatan (27,7%), 
  2. Jawa Tengah (24,02%),
  3. Yogyakarta (23,5%), 
  4. Sumatera Utara (22,82%), 
  5. Jawa Timur (21,42%) 
  6. Kalimantan Timur (10,5%)
Penelitian terbaru Yayasan Osteoporosis Internasional (IOF) mengungkapkan satu dari empat perempuan Indonesia usia 50-80 berisiko terkena osteoporosis. Risiko pada perempuan empat kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan lainnya, selama 30 tahun terakhir, insiden patah tulang pinggul meningkat dua hingga tiga kali lipat di sebagian besar negara-negara Asia.

Laporan penelitian berjudul: Asia Pacific Regional Audit: Epidemiology, Costs and Burden of Osteoporosis in 2013 meskipun prevalensi osteoporosis tinggi, gangguan ini masih kurang terdiagnosa, kurang terawat, dan kurang sumber daya dalam penanganannya. Pemahaman untuk mengurangi risiko osteoporosis juga masih rendah. Risiko bisa berkurang dengan langkah sederhana seperti diet kaya kalsium dan protein, kadar Vitamin D yang cukup, dan skema latihan teratur.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Suharti Suherman mengatakan perlu dilakukan banyak hal untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai kesehatan tulang di Indonesia. "Puncak kepadatan tulang kita berusia sekitar 30 tahun. Ketika kita mencapai usia ini tanpa gizi yang cukup dan olahraga teratur, tulang dapat menjadi kehilangan kepadatan atau melemah yang dapat menyebabkan osteoporosis.”

APA ITU TULANG KEROPOS?

Tulang Keropos disebutOsteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang berakibat fraktur tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang yang beresiko terjadinya patah tulang.kepadatan tulang turun. dengan bertambahnya usia, bahkan melebihi kecepatan siklus regenerasi tulang.pengeroposan tulang meningkat tajam setelah usia 50 th untuk perempuan 60 tahun untuk laki-laki.


PENYEBAB OSTEOPOROSIS PADA LANSIA
  1. Faktor usia.karena hormone estrogen akan berkurang berakibat pada penurunan fungsi faktor pembentukan tulang.
  2. Faktor obat obatan seperti Obat antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti gout dan beberapa jenis obat anti rematik. Obat-obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.
  3. Gaya hidup yang bergoya foya (merokok dan beralkohol)
  4. Kurang asupan kalsium
  5. Kurang latihan fsik dan aktivitas
  6. Haid tidak teratur atau lama tidak haid
  7. Kurang paparan sinar matahari.
  8. Tubuh yang kurus dan kecil lebih besar peluangnya untuk mengalami osteoporosis.
  9. Suku Bangsa / Ras. Wanita kulit putih dan wanita Asia lebih banyak menderita osteoporosis.
  10. Riwayat ada penderita osteoporosis dalam keluarga.
  11. Pernah mengalami patah tulang akibat cedera ringan 
  12. Adanya penyakit/kelainan yang memberikan pengaruh sekunder pada tulang misalnya penyakit kelebihan hormon gondok atau pada reumatoid artritis.

PENCEGAHAN

Banyak cara yang biasa dilakukan untuk pengobatan osteoporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan menggunakan obat, terapi hormonal dan juga terapi alamiah.

1. Konsumsi Kalsium Yang Cukup

Sangat keliru beranggapan bahwa minum susu mengandung "KALSIUM TINGGI" pada wanita menopause bisa membantu menyembuhkan Oesteoporesis. Pada wanita lansia metabolisme Kasium dan hormonal sudah berhenti, jadi harus bagaimana ?

Bagi wanita sebelum masuk tahap menopause minum Dua gelas susu sehari bisa membantu mencegah terjadi oesteoporesis. Sumber kalsium lainnya adalah ikan (terutama yang dimakan beserta tulangnya), daging, unggas, telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

2. Berhati-hati Menggunakan Obat

Obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pembentukan tulang. Obat antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, anti asam urat, obat anti rematik, memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.

3. Batasi Konsumsi Garam

Sebaiknya hindari makanan-makanan tinggi natrium dan makanan awetan yang menggunakan garam sebagai pengawet. Konsumsi natrium (sodium) maupun monosodium glutamat, Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh.

4. Cukupi Konsumsi Vitamin D

Vitamin D mampu memelihara kesehatan tulang ,meningkatkan penyerapan kalsium serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.

5. Aktif Berolahraga

Olahraga aktif secara rutin merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang.

6. Bantu Dengan Obat

Jenis obat ini diantaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, testosterone

KESIMPULAN

Tulang keropos merupakan problem kesehatan bagi masyarkat usia lanjut dan merupakan problem besar bagi Pemerintah karena kelompok usia lanjut merupakan problem gangguan sosial dan kesehatan.

Melalui pemahaman ilmu medis praktis akan  bermanfaat turut mencegah penyakit "nenek sudah tua giginya tinggal 2" Jadikanlah hidup kita penuh bermakna.Kita akan lebih enak mendengar panggilan "NELI" ( nenek lincah ) ketimbang "NEPO"(nenek jumpo).

Sekilas info, semoga bermanfaat.

QUyIZ ke 544 : Oesteoporosis
  1. Apa faktor utama penyebab penyakit oesteoporesis pada wanita lansia ?
  2. Efek apa yang ditimbulkan dari Penyakit Oesteoporesis?

Manfaat Petai


Tahukah anda. Petai sangat bermanfaat bagi kesehatan!






Dalam minggu ini, saya mengikuti perkembangan berita di berbagai Chating di WA rata rata memproklamir manfaat Petai bagi kesehatan, Apa benar ?

Kalau kita curi makan petai spontan ketahuan, Makan petai kayak makan durian, bau tak sedap di mulut apalagi kentuk lebih ketara kita makan petai konon kencing maupun BAB seluruh kamar mandi berbau pesing disiram air bau tetap menyegak hidungn.Tahukah anda Petai itu bau tapi membawa 1000 macam manfaat.

Petai merupakan salah satu jenis pohon atau tanaman yang termasuk ke dalam kelompok Polong Polong dan tumbuhan ini tinghi sekitar 20 meter. Tumbuhan ini banyak terdapat di seluruh Indonesia, khususnya di Indonesia bagian barat. Bagian yang diambil dari petai ini adalah bijinya. Orang – orang biasa mengkonsumsinya sebagai pelengkap atau lauk pauk pada saat makan. Disamping baunya yang sangat menyengat, petai ini memiliki manfaat untuk
Kesehatan kita.

Riset membuktikan

Profesor Hembing widjaja (pakar pengobatan herbal Indonesia)berpesan bahwa "pete sangat bagus untuk membersihkan darah." Di dalam darah kita mengandung Toxin-Poison-Dirt (TPD) jika pipis kamu pesing setelah makan pete, itu artinya TPD kamu terbuang. Pete lah yang mengikat seluruh racun dalam darah kamu dianjurkan Rutin saja makan pete sehari 4 butir. 

Petai dapat membunuh kanker sepuluh ribu kali lipat dari pengobatan kemoterapi

Pada sebuah penelitian yang diadakan pada tahun 1970, dibuktikan bahwa petai dapat dijadikan sebagai media untuk penyembuhan kanker. Berdasarkan informasi yang beredar, dikatakan bahwa manfaat petai ini telah diteliti sebanyak 20 tes laboraturium. Dari berbagai riset ilmiah, petai baik untuk melawan berbagai jenis tumor dan kista, karena di dalam petai mengandung :

  1. Anti mikroba terhadap infeksi jamur dan mikroba. Untuk penyakit kanker sendiri, petai sangat baik untuk melawan sel – sel kanker ganas dan bahkan bisa membunuh sel – sel penyebab kanker sepuluh ribu kali lipat lebih ampuh dibandingkan dengan pengobatan kemoterapi yang dipandang sebagai salah satu pengobatan yang paling mujarab dalam menyembuhkan penyakit kanker. 
  2. Zat antioksidan  bermanfaat untuk menyerap radikal bebas, sehingga dapat mengurangi terkena berbagai macam penyakit khususnya kanker petai hanya bisa membunuh sel – sel kanker ganas saja dan tidak mempengaruhi sel – sel yang sehat. Selain itu, petai dapat mengatur tekanan darah, sehingga dapat meminimalisir gejala depresi


Manfaat Petai bagi kesehatan

1.Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

2.PMS (premenstrual syndrome)
Jika mengalami PMS saat “tamu” datang, kamu ga perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.

3.Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

4.Tekanan darah tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

5.Kemampuan otak
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

6.Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

7.Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake pete , yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh. Selain tentu saja karena baunya yang membangunkan dari mabuk.

8.Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

9.Mual di pagi hari
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

10.Gigitan nyamuk
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

11.Untuk saraf
Pete mengandung vitamin B dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

12.Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.

13.Luka lambung
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena teksturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

14.Mengatur suhu tubuh
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah “dingin” yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

15.Merokok
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

16.Stress
Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

17.Stroke
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine“, makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

18.Caplak
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika kamu ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!

Kesimpulan

Pete tu mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa dikombinasikan dengan serat kombinasi ini ternyata bikin kita jadi sangat bertenaga! Riset membuktikan dua porsi pete saja mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.Dengan demikian bahwa walaupun pete itu bau tapi sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

Sekilas info, Semoga bermanfaat.

Obat Asam Urat


Asam urat termasuk penyakit yang berada di wilayah dokter. Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan sendiri. Begitu terkena serangan asam urat, pasien sebaiknya langsung ke dokter. Jika seseorang sudah pernah terkena serangan asam urat, sebaiknya ia punya persediaan obatnya di kotak P3K, paling tidak untuk pertolongan pertama pereda nyeri. 

Berdasarkan tujuannya, obat asam urat dibedakan menjadi dua, yaitu obat pertolongan pertama dan obat untuk pencegahan.

1.    Pertolongan pertama

a.    Antinyeri (analgesik).

Untuk mengatasi rasa nyeri, pasien memerlukan obat antinyeri yang cukup kuat. Pereda nyeri sekelas parasetamol biasanya tidak cukup kuat untuk melawan nyeri akibat asam urat. Karena cara kerjanya hanya meredakan nyeri dan radang, obat kelompok ini sama sekali tidak berurusan dengan kristal asam uratnya. Dan karena khasiatnya meredakan nyeri, obat-obat ini biasa juga diresepkan untuk rematik jenis lain.

Hampir semua antinyeri kuat adalah obat resep, bukan obat bebas. Antinyeri agak kuat yang masih bisa dibeli tanpa resep misalnya ibuprofen. Adapun sebagian besar lainnya termasuk obat resep, misalnya diklofenak, piroksikam, meloksikam, ketoprofen, tinoridin.

Obat-obat di atas termasuk pereda nyeri “kelas berat” dan bisa mengiritasi lambung. Oleh karena itu obat-obat ini sebaiknya diminum bersama makanan, dan digunakan dengan sangat hati-hati pada penderita sakit mag.

Selain itu, obat golongan ini juga bisa meningkatkan kemungkinan masalah jantung dan pembuluh darah. Karena itu, jangan gunakan obat-obat di atas kecuali atas petunjuk dokter.

Begitu nyeri sudah hilang, pemakaian obat pereda nyeri sebaiknya dihentikan untuk menghindari efek buruknya.

Untuk mengurangi efek iritasi lambung, tablet obat-obat ini biasanya dilapisi selaput tipis yang menjaga obat bisa melewati lambung dalam keadaan utuh dan baru pecah saat di usus. Sebagai konsumen awam, kita mungkin sulit membedakan tablet yang berselaput dan yang tidak. Gampangnya, kita harus menelan obat-obat di atas dalam keadaan utuh, jangan sampai dibelah atau dikunyah.


Obat
Contoh merek dagang
Diklofenak
Cataflam®, Voltaren®, Abdiflam®, Aclonac®, Alflam®, Anuva®, Araclof®, Atranac®, Catanac®, Deflamat®, Dicloflam®, Diflam®, Divoltar®, Eflagen®, Elithris 50®, Exaflam®, Fenavel®, Flamar®, Flamic®, Flamigra®, Flamsy®, Flazen 50®, Galtaren®, Gratheos®, Inflam®, Kadiflam®, Kaditic®, Kaflam®, Kamaflam®, Klotaren®, Laflanac®, Linac SR®, Matsunaflam®, Merflam®, Mirax®, Nacoflar®, Nadifen®, Neurofenac®, Nichoflam®, Nilaren®, Proklaf®, Provoltar®, Raost®, Reclofen®, Renadinac®, Renvol®, Scanaflam®, Tirmaclo®, Troflam®, Valto®, Volmatik®, Voltadex®, Voren®, Xepathritis®, X-Flam®, Yariflam®, Zegren®
Piroksikam
Feldene®Campain®, Felcam®, Feldco®, Grazeo®, Infeld®, Kifadene®, Lanareuma®, Licofel®, Pirocam®, Pirofel®, Rexicam®, Rexil®, Roxidene®, Scandene®, Tropidene®, Xicalom®
Meloksikam
Movi-Cox®, Arimed®, Artrilox®, Atrocox®, Cameloc®, Denilox®, Flamoxi®, Flasicox®, Futamel®, Hexcam®, Loxil®, Loximei®, Loxinic®, Mecox®, Meflam®, Melogra®, Meloxin®, Mevilox®, Mexpharm®, Mobiflex®, Movix®, Moxam®, Moxic®, Nulox®, Ostelox®, Paxicam®, Relox®, Remacam®, Remelox®, Rhemacox®, Velcox®, X-Cam®
Ketoprofen
Profenid®, Altofen®, Anrema®, Fetik®, Gatofen®, Hextrofen®, Kaltrofen®, Ketros®, Lantiflam®, Molaflam®, Nasaflam®, Nazovel®, Noflam®, Ovurila E®, Profecom®, Profika®, Pronalges®, Protofen®, Remapro®, Rhetoflam®, Rofiden®, Suprafenid®
Tinoridin
Nonflamin®

b.    Kortikosteroid.

Untuk menghilangkan radang, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid seperti prednisolon, deksametason, dsb. Obat ini memiliki banyak efek samping. Karena itu pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk dokter. Baca juga Bab Kortikosteroid.

c.    Kolcisin.

Obat ini bukan golongan pereda nyeri melainkan antiradang. Termasuk obat “sangat keras” karena punya banyak efek buruk misalnya muntah dan diare. Batas keamanannya juga sangat sempit, kelebihan dosis sedikit saja bisa berefek fatal.  Karena itu, gunakan hanya sesuai petunjuk dokter. Contoh merek dagang: Recolfar®.

P3K Non-Obat

Sembari menunggu obat-obat di atas bekerja, kita bisa mengurangi radang dengan menggunakan es batu. Caranya, masukkan es batu ke dalam plastik (atau gunakan kantong es jika punya). Lapisi kantong es dengan handuk lalu tempelkan ke bagian sendi yang meradang. Tahan sekitar beberapa belas menit setelah itu angkat. Biarkan bagian yang radang itu kembali ke suhu normal.

Setelah suhunya kembali normal, kita bisa menempelkan kantong es berlapis handuk itu lagi. Yang penting, kalau mau mengulangi lagi, pastikan suhu bagian yang radang itu sudah kembali ke suhu normal. Jangan menempelkan kantong es langsung ke kulit tanpa lapisan handuk karena suhu yang terlalu dingin bisa merusak jaringan yang sakit.

2.    Obat untuk pencegahan.

Obat kelompok ini  bekerja menurunkan kadar asam urat, tidak menghilangkan nyeri, sehingga tidak cocok untuk pertolongan pertama. Dan memang sebaiknya obat kelompok ini tidak diminum saat terjadi serangan asam urat, melainkan diminum pada saat serangan sudah mereda.

Akan tetapi jika memang sebelumnya pasien sudah minum obat ini secara rutin, maka ia tidak perlu menghentikannya saat terkena serangan asam urat.

Tujuan minum obat ini bukan untuk meredakan radang melainkan untuk mencegah terjadinya serangan berikutnya. Semua obat di kelompok ini tergolong obat keras. Di kelompok ini, obat masih dibagi lagi menjadi dua subkelompok berdasarkan cara kerjanya.

Obat yang menurukan produksi asam urat. Contoh alopurinol. Ini obat penurun asam urat yang paling banyak beredar di Indonesia. Biasanya pasien asam urat akan pulang dari dokter dan apotek membawa obat ini. Sekali lagi, obat ini sebaiknya tidak diminum pada saat terjadinya serangan asam urat. Pasalnya, pada saat awal kita minum alopurinol, kadar asam urat mungkin justru akan meningkatkan sebentar sebelum kemudian turun.

Jadi, obat ini sebaiknya hanya diminum setelah serangannya reda. Ini sesuai dengan fungsinya sebagai obat pencegahan, bukan untuk P3K. Selain itu, minum alopurinol pada saat serangan justru mungkin membuat kristal asam urat berpindah ke jaringan lain.



Obat
Contoh merek dagang
Alopurinol
Zyloric®, Algut®, Alluric®, Alodan®, Alofar®, Benoxuric®, Decasurik®, Hycemia®, Isoric®, Kemorinol®, Licoric®, Linogra®, Mediuric®, Nilapur®, Omeric®, Ponuric®, Pritanol®, Puricemia®, Purinic, Reucid®, Rinolic®, Selespurin®, Sinoric®, Tylonic®, Urica®, Uricnol®, Uroquad®, Xanturic®


Obat yang membantu pengeluaran asam urat lewat urine. Contoh probenesid. Dibandingkan alopurinol, obat ini lebih jarang digunakan. Contoh merek dagang: Probenid®. Seperti alopurinol, obat ini hanya untuk diminum pada saat serangan nyeri sudah mereda. Jika diminum pada saat serangan asam urat terjadi, dikhawatirkan akan menyebabkan kristal asam urat justru akan menyebar ke jaringan tubuh lainnya. 

Sumber

Tuesday, July 4, 2017

KENALILAH TANDA-TANDA SERANGAN STROKE


By dr. Andra, Spesialis Bedah Syaraf

Serangan stroke dapat datang dengan berbagai gejala dan dengan intensitas yang berbeda-beda. Serangan mulai dari yang ringan dan tidak kentara hingga terberat yang membuat keluarga panik dan segera mencari pertolongan ke rumah sakit. Namun ternyata kebanyakan serangan stroke dimulai dengan yang ringan. Serangan ini dapat bersifat sementara yang kemudian hilang. Namun serangan dapat berjalan terus, memberat secara progresif hingga bersifat fatal. Keterlambatan mencari pertolongan mengakibatkan maut yang tidak dapat dicegah atau diobati.

Pasien-pasien yang saya terima dengan serangan stroke umumnya datang beberapa jam atau beberapa hari setelah serangan stroke mulai muncul. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian terhadap gejala ringan menyebabkan mereka tidak segera mencari pertolongan. Alhasil, pada keadaan yang sudah lebih lanjut, pertolongan yang diberikan tidak akan memberikan hasil yang memuaskan.

Sebuah cerita pengalaman tentang pasien yang pernah mengalami stroke namun gagal untuk ditolong akan saya paparkan. Seorang wanita mengeluh kesulitan bangun dari sujud saat sedang sembahyang karena merasa lemah pada tangan kanannya. Memang sudah sejak beberapa hari dia merasakan sakit kepala yang hilang timbul, tetapi merasa lebih enak dengan mengkonsumsi obat sakit kepala. Sang wanita kemudian menyampaikan keadaannya ini kepada tetangganya yang adalah seorang dokter bedah saraf. Dokter bedah saraf tersebut kemudian menyarankan untuk ke rumah sakit dan dilakukan beberapa pemeriksaan termasuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan pencitraan. Namun wanita tersebut beserta keluarganya menginginkan hanya untuk diberikan obat dan istirahat di rumah serta menolak untuk ke rumah sakit. Sekitar 3 jam kemudian, diketahui wanita tersebut tidak sadarkan diri dan keluarganya yang panik kemudian segera melarikannya ke rumah sakit. Dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala emergensi dan ditemukan adanya perdarahan luas karena stroke. Usaha pertolongan yang diberikan tidak berhasil dan sudah terlambat. Wanita tersebut kemudian menghembuskan nafas terakhirnya 1 jam setelah sampai di rumah sakit.

Bayangkan bahwa dalam waktu kurang dari 6 jam, seorang wanita yang masih sadar penuh, dapat berjalan dan berbicara kemudian meninggalkan dunia ini. Begitulah yang dapat terjadi pada serangan stroke. Penyesalan terbesar datang dari keluarga yang tidak segera mencari pertolongan. Penyesalan juga dirasakan dokter bedah saraf tetangganya yang tidak lebih agresif untuk menyuruh pasien dan keluarganya ke rumah sakit. Jika saja pasien lebih cepat didiagnosa maka dokter bedah saraf kemungkinan dapat memberikan pertolongan dengan hasil yang lebih baik.

Secara singkat, beberapa hal bisa diperhatikan untuk mengenali tanda-tanda stroke. Berikut ini adalah tanda-tanda serangan stroke yang dapat datang satu per satu atau secara bersamaan, yatu :

  1. Pasien dianjurkan untuk tersenyum atau nyengir dan kemudian perhatikan sudut bibir pasien. Kemiringan atau ketidaksimetrisan sudut bibir erupakan pertanda adanya serangan stroke.
  2. Pasien disuruh untuk berbicara dan menyebutkan kata-kata dalam kalimat. Bila pasien kesulitan menyebutkan atau terdengar pelo, maka serangan stroke dapat dicurigai.
  3. Pasien disuruh untuk mengangkat kedua lengannya, perhatikan bila ada kelemahan pada salah satunya maka serangan stroke mungkin sudah terjadi. Hal ini juga berlaku dengan kelemahan pada tungkai pasien.
  4. Pasien-pasien yang tiba-tiba menjadi sulit untuk mengingat, disorientasi tempat, waktu dan diri, maka ada kemungkinan serangan stroke terjadi. Walau hal ini juga sering terjadi pada orang-orang usia lanjut yang mulai mengalami kepikunan.
  5. Pasien-pasien dengan faktor resiko stroke, akan lebih rentan mengalami stroke, sehingga bila gejala-gejala yang disebutkan di atas muncul maka harus lebih agresif mencari pertolongan medis. Faktor-faktor resiko stroke di antaranya seperti : tekanan darah tinggi, penyakit gula, merokok, usia lanjut, kegemukan (obesitas), gangguan kolesterol dan pasien-pasien dengan kecenderungan emosi tinggi.

Bila anda atau keluarga anda menemukan gejala-gejala di atas, saya menyarankan untuk segera mencari pertolongan sebelum gejala lebih berat muncul, seperti penurunan kesadaran, kejang dan lain-lain. Pada keadaan yang lebih dini maka dokter bedah saraf dapat memberikan bantuan yang memungkinkan untuk memberikan hasil yang lebih baik dan memuaskan.