Gold Price

Category

Search This Blog

Thursday, August 11, 2011

CRP : INDIKATOR BARU PENYAKIT JANTUNG




CRP : Indikator Baru Penyakit JantungHingga kini, penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Dan untuk itu, para ilmuwan masih terus mencari metode yang praktis dan akurat untuk mengetahui tingkat risiko penyakit jantung sebagai salah satu komplikasi dari hipertensi. Salah satu metode yang kini mulai banyak digunakan untuk mengetahui tingkat resiko penyakit jantung adalah pengukuran cCRP.


APA ITU CRP?
CRP atau C-Reactive Protein adalah protein plasma yang diproduksi oleh hati sebagai reaksi dari adanya infeksi, luka pada jaringan, dan proses inflamasi. Proses inflamasi merupakan proses reaksi tubuh terhadap adanya luka atau infeksi. Proses ini sebenarnya bermanfaat untuk mencegah infeksi namun seringkali proses inflamasi terjadi secara berlanjut dan menyebabkan gangguan pada organ-organ tertentu, contohnya pada jaringan sendi dan tulang yang menyebabkan arthtritis atau pada pembuluh darah yang menyebabkanatherosclerosis.

Kadar CRP di dalam tubuh akan meningkat dengan cepat bahkan hingga 1000 kali lipat, sekitar 6 jam setelah proses inflamasi terjadi. Inilah yang menyebabkan kadar CRP banyak digunakan sebagai indikator terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh.


METODE PENGUKURAN CRP 
Pengukuran CRP dilakukan dengan pengambilan darah dari pembuluh darah vena, biasanya dilakukan pada bagian siku atau belakang telapak tangan. Darah yang telah diambil kemudian dianalisa kadar CRP-nya dengan menggunakan suatu senyawa antiserum yang dapat digunakan untuk mengukur kadar protein tersebut.
Ada 3 jenis metode pengukuran CRP, yaitu :
  • Conventional CRP. Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa adanya infeksi, kerusakan jaringan, dan gangguan-gangguan akibat proses inflamasi. Metode ini dapat mengukur kadar CRP secara tepat pada kadar 5 mg/l atau lebih. Orang yang sehat biasanya memiliki kadar CRP di bawah 5 mg/l, sedangkan adanya proses inflamasi ditunjukkan dengan kadar CRP sebesar 20-500 mg/l.
  • High Sensitivity CRP ( hsCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa kondisi-kondisi yang mungkin berhubungan dengan proses inflamasi. Metode ini bersifat lebih sensitif sehingga dapat mengukur kadar CRP secara tepat hingga 1 mg/l.
  • Cardiac CRP ( cCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisis tingkat resiko penyakit jantung. Metode ini memiliki sensitivitas yang menyerupai dengan hsCRP , namun menggunakan metode analisa yang lebih sensitif sehingga hasil yang diperoleh lebih spesifik untuk menentukan resiko penyakit jantung

Carciac CRP dan Penyakit Jantung
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, proses inflamasi pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyakit atherosclerosis. Proses inflamasi pada pembuluh darah menyebabkan sel-sel imun menyerang lemak pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan lemak lepas dan saling menggumpal. Akibatnya, terbentuk plague yang menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar cCRP di dalam tubuh dengan tingkat resiko penyakit jantung, seperti dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Kadar cCRP (mg/l)Tingkat Resiko Penyakit Jantung
1.0Rendah
1.0 – 3.0Sedang
3.1 – 10.0Tinggi

Penentuan tingkat resiko penyakit jantung dengan mengukur kadar cCRP banyak dilakukan karena relatif mudah dilakukan. Selain itu, CRP merupakan senyawa yang stabil sehingga tidak mudah mengalami perubahan selama pengujian.


SIAPA SAJA YANG PERLU MELAKUKAN TES CRP? 
Pada dasarnya, tes ini dapat dilakukan oleh semua orang. Namun tes ini hanya dianjurkan pada orang-orang yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap penyakit jantung, yakni mereka yang pernah mengalami serangan jantung, memiliki keluarga dengan sejarah penyakit jantung, memiliki kadar kolesterol dan LDL yang tinggi, wanita yang sudah mengalami menopause, perokok, dan mereka yang menderta diabetes dan obesitas serta kurang melakukan aktivitas fisik.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika ternyata kadar CRP Anda tinggi? Segera terapkan gaya hidup sehat Anda. Atur pola makan Anda dengan mengurangi makan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Selain itu, berolahragalah secata teratur untuk mencapai berat badan ideal. Jika Anda perokok, segera berhenti merokok dan jauhilah minuman beralkohol. Ingatlah bahwa bagaimanapun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati ( lin )


0 comments:

Post a Comment