Category
ACCOUNTING
(1)
AUTOMOTIVE
(4)
COMPUTER
(82)
EBOOK
(1)
ELECTRONICS
(5)
ENVIRONMENT
(1)
FINANCIAL
(1)
HEALTH
(265)
INFO
(6)
LAW
(1)
MANAGEMENT
(8)
MOBILE DEVICES
(14)
MORAL STORIES
(62)
NETWORK
(2)
OTHERS
(24)
PHILOSOPHY
(1)
PSYCHOLOGY
(19)
SCIENCE
(6)
Search This Blog
Showing posts with label HEALTH. Show all posts
Showing posts with label HEALTH. Show all posts
Friday, April 3, 2020
Penanganan Terkini Stroke Dengan Mechanical Thrombectomy
Stroke dengan nama lain the sillent killer adalah salah satu penyakit berbahaya penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Faktor risiko dominan penderita stroke di Indonesia adalah usia, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Di Indonesia stroke sudah muncul pada kelompok usia muda (15-24 tahun) sebesar 0,3%.
Stroke diklasifikasikan ke dalam 2 kategori utama yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.
Stroke iskemik. Ini adalah stroke yang disebabkan oleh penyumbatan arteri (atau, dalam kasus yang jarang terjadi, vena). Sekitar 87% dari semua stroke adalah iskemik.
Stroke hemoragik. Ini adalah stroke yang disebabkan oleh perdarahan. Sekitar 13% dari semua stroke adalah hemoragik.
Saat serangan stroke terjadi, Penanganan stroke secara cepat dapat mencegah kecacatan dan menyelamatkan nyawa
Golden Period dari penanganan stroke adalah 3 jam pertama setelah serangan terjadi (onset).
Terapi stroke
Gold Standard (standar baku emas) terapi obat pada kasus stroke iskemik (stroke yang disebabkan oleh bekuan darah di otak) adalah r-tPA (trombolitik) yang merupakan satu-satunya obat stroke iskemik yang disetujui oleh FDA menurut American Stroke Association. tPA (trombolitik) bekerja dengan cara menghancurkan gumpalan darah yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah otak.
Pada kasus stroke iskemik pemberian terapi Trombolitik pada rentang Golden Period dapat meningkatkan keberhasilan dalam mencapai tingkat fungsi yang lebih baik pada semua golongan usia pasien termasuk yang berusia lebih dari 80 tahun dan di semua tingkat keparahan stroke. Semakin dini pengobatan dimulai, semakin besar manfaat yang akan didapat.
Bagaimana prosedur thrombectomy?
Tindakan thrombectomy dilakukan untuk mengeluarkan bekuan darah yang besar penyebab sumbatan pembuluh darah di otak. Dalam melakukan tindakan ini Dokter Bedah Saraf akan menggunakan alat bernama stent yang dimasukkan ke pembuluh darah yang tersumbat di otak dengan cara kateterisasi (tanpa pembedahan/sayatan). Kateter akan dimasukkan ke dalam arteri besar dekat pangkal paha dan kemudian dengan menggunakan alat bantu pencitraan sebagai panduan, Dokter Bedah Saraf akan mengarahkan/menavigasi kateter melalui tubuh ke arah lokasi bekuan darah. Setelah kateter terpasang di otak, stent di dalam kateter diarahkan masuk ke bekuan darah. Stent membungkus dan menangkap bekuan darah dan setelah bekuan sepenuhnya terikat ke stent, kateter dengan stent ditarik kembali dan dikeluarkan dari arteri, mengambil bekuan bersama dengannya.
Prosedur Thrombectomy harus dilakukan dalam waktu 6 jam dari serangan stroke akut (onset), dan hanya setelah pasien mendapatkan tPA.
Tindakan mechanical thrombectomy aman dan sangat efektif dalam mengurangi kecacatan dan menurunkan angka kematian pada semua kelompok usia.
Berapa lama waktu pemulihan setelah tindakan Thrombectomy?
Waktu pemulihan dan lama perawatan di RS setelah tindakan thrombectomy tergantung pada kesehatan dan prognosa setiap pasien.
Adanya risiko terjadinya penyumbatan atau perdarahan kembali setelah tindakan thrombectomy mengharuskan pasien yang menjalani prosedur ini harus dirawat di unit perawatan intensif untuk dilakukan pemantauan terhadap neurologis dan parameter fisiologis, seperti tanda-tanda vital dan tekanan intrakranial (ICP). Pengawasan status neurologis sangat penting karena sebanyak 37% pasien stroke akan memburuk dalam 24 jam pertama.
Thrombectomy dengan menggunakan stent yang dilakukan < 6 jam setelah onset stroke dapat sangat meningkatkan hasil pasien dalam mencapai mobilitas dan kualitas hidup secara keseluruhan. Beberapa studi yang dikutip oleh American Heart Association menunjukkan lebih banyak pasien yang hidup normal tiga bulan setelah trombektomi dibandingkan dengan mereka yang menerima terapi obat saja.
Tuesday, June 18, 2019
Suka Meremas atau Menyimpan Kertas Thermal? Ini Bahayanya!
Pasti kamu bertanya tanya, apa sih kertas thermal? Kertas ini bisa ditemui dalam keseharian aktivitas kamu, seperti: saat berbelanja, melakukan transaksi, mengambil uang atau melakukan transfer di mesin ATM. Bahkan saat kamu memiliki tiket konser untuk menonton pertunjukan musisi kesayangan, maupun tiket pesawat saat akan bepergian.
Sayangnya tidak banyak orang yang tahu jika setruk atau tiket dari kertas thermal ini mengandung zat kimia beracun BPA dan BPS yang berbahaya bagi tubuh. Berikut penjelasannya:
Apa itu kertas thermal?
Kertas thermal biasanya dikemas dalam bentuk rol atau dikenal dengan sebutan thermal paper roll. Kertas ini biasa digunakan dalam mesin faksimili, setruk belanja, setruk ATM, tiket pesawat maupun tiket konser. Dinamakan kertas jenis thermal karena kertas ini memang bekerja berdasarkan panas/thermal yang dikenakan pada bahan kertas tersebut.
Dalam mencetak dokumen melalui mesin faks, ATM atau mesin lainnya, digunakan kertas khusus yaitu thermal paper yang peka terhadap panas (heat-sensitive thermal). Thermal Paper adalah kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan berubah warna ketika dipanaskan.
Permukaan thermal paper dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai, seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids. Thermal paper juga mengandung konsentrat BPA (Bisphenol A) dan BPS (Bisfenol S) yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.
BPA dan BPS adalah bahan kimia yang digunakan untuk penguat warna pada setruk kertas thermal. Bahan kimia ini tidak hanya digunakan dalam setruk belanja, tapi juga dalam plastik dan lapisan wadah makanan dan minuman.
Selain pada mesin faks, printer thermal digunakan juga untuk keperluan mencetak setruk di SPBU, daftar harga, label barcode, setruk di mesin ATM, maupun pada pembayaran tunai atau non tunai di kasir maupun bukti pembayaran lainnya seperti tiket konser dan tiket pesawat.
Bahaya menyimpan kertas thermal
Jika kamu sering menyimpan kertas setruk belanja atau setruk lainnya di dompet maupun kantong celana/baju, risiko yang bisa mengintai adalah kanker payudara, kanker prostat, diabetes dan obesitas.
Seperti dikutip dari doktersehat.com, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan, sekitar 20 sampel dari kertas setruk ATM, beberapa lembar kertas setruk belanja, 7 kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos di cek kandungan kimianya. Hasil dari penelitian ini adalah, 60 persen dari dari sampel tersebut mengandung bahan kimia BPA yang bersifat karsinogenik.
Dari 18 hingga 28 sampel tersebut, diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million. Jumlah ini tergolong sangat tinggi sehingga bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker. Walaupun dalam dosis yang sangat sedikit, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa BPA yang ada di setruk belanja bisa memicu kanker.
Bahaya meremas kertas thermal
Saat kamu melakukan transaksi atau mengambil uang di mesin ATM biasanya akan menerima kertas setruk. Setelah melihat data yang ada di kertas, sebagian orang akan meremas kertas setruk tersebut sebelum dibuang. Ternyata meremas kertas setruk dari mesin ATM atau setruk belanja sama bahayanya dengan menyimpan setruk di dompet atau di kantong celana.
Masalahnya adalah, bahan kertas thermal ini memiliki bahan kimia BPA (Bisphenol A) dan dan BPS (bisphenol S) yang berpotensi menyebabkan datangnya beberapa penyakit termasuk penyebab munculnya penyakit kanker. Kertas ini juga akan cenderung mudah berubah warna saat terpapar panas.
Organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup AS dalam penelitian yang mereka lakukan disebutkan jika kita menyentuh 2,5 mikrogram BPA yang bisa ditemukan di dalam kertas setruk ATM selama 10 detik saja, maka kita akan terpapar bahaya dari bahan bersifat karsinogenik tersebut. Bahkan, risiko ini akan meningkat 1,5 kali lipat jika kita meremas kertas setruk ATM tersebut.
Bisa menyerap dalam kulit
Kontak dengan kertas termal membuka peluang paparan BPA dan BPS ke dalam tubuh, baik melalui transfer langsung ke kulit, maupun transfer oral lewat makanan yang tersentuh kontaminan tangan. Namun, paparan paling mudah terjadi lewat kulit, BPA dan BPS bisa meresap ke lapisan bawah kulit dan masuk ke aliran darah.
Seperti yang dilansir dari Plastic Pollution Coalition, AS, BPA yang ada di kertas setruk bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria dan wanita. Hal tersebut dapat terjadi akibat menyerapnya senyawa kimia yang menyerupai estrogen tersebut ke dalam kulit.
Kandungan BPA dan BPS ini bisa dengan mudah diserap kulit jika kamu memegang setruk dengan jari yang lembab atau baru saja menggunakan lotion. Tak hanya itu, jika kamu tidak mencuci tangan usai menyentuh atau meremas kertas setruk belanjaan atau setruk atm maka bahan kimia tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh.
Parahnya lagi belum banyak orang yang paham bahwa paparan BPA kertas thermal bisa jadi lebih berbahaya dari BPA plastik. Massa total BPA kertas thermal bisa mencapai 250-1000 kali lebih besar dari BPA pada kaleng makanan, kaleng susu formula, atau botol bayi plastik.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Namun, hal ini berbeda dengan Indonesia, seperti dilansir warstek.com, (16/4/2019), Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Agus Nurali mengatakan “Memang ada informasi kertas print dari ATM itu mengandung bisphenol A (BPA) yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan.”
Namun ia menambahkan perlu adanya informasi dari hasil kajian tentang bagaimana setruk ATM berdampak pada kesehatan manusia. “Uji klinis yang tidak mudah saya rasa, ini peranan lembaga penelitian atau akademisi untuk memfasilitasinya. Mudah-mudahan dampaknya nanti kepada kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik.” jelasnya.
Pencegahan yang bisa dilakukan
Jika kamu tak ingin terpapar racun BPA dan BPS, yang ada pada setruk kertas thermal, mulailah untuk membuang kertas tersebut ke tempat sampah agar tidak bertahan lama di sana. Selain itu ada beberapa cara yang harus kamu perhatikan agar mengurangi resiko terpapar racun BPA dan BPS ini, yaitu:
1. Terdapat cara khusus untuk mengetahui apakah setruk belanja yang kamu terima mengandung BPA/BPS atau tidak. Cobalah untuk menggores sisi pada setruk belanja kamu. Jika terdapat tanda gelap, maka bisa jadi setruk tersebut mengandung BPA.
2. Jika memungkinkan, jangan menerima setruk saat belanja atau saat mengambil uang di ATM
3. Apabila harus menerima setruk belanja atau setruk dari mesin atm (jika melakukan transfer uang), cobalah untuk menyentuh bagian belakang dan sisi kertas setruk karena biasanya hanya mengandung BPA yang lebih sedikit.
4. Jangan simpan setruk di dompet atau didalam kantong celana/baju, lebih baik simpan pada sebuah amplop kosong. Pasalnya racun BPA dan BPS dapat menempel pada uang atau barang-barang di dompet kamu, maupun menempel pada kain di kantong celana/baju, sehingga berbahaya bagi kesehatan.
5. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir, setelah kamu memegang setruk belanja atau setruk ATM.
6. Jangan menggunakan pembersih tangan berbahan kimia untuk membersihkan tangan kamu usai memegang setruk kertas thermal.
Sumber
Thursday, February 14, 2019
Pulse Oximeter
Kupas Tuntas Pulse Oximeter, Alat Pengukur Kadar Oksigen Dalam Tubuh
Oksigen adalah salah satu unsur kimia yang sangat dibutuhkan oleh manusia demi kelangsungan hidupnya. Di dalam tubuh manusia pun oksigen diedarkan secara terus menerus oleh darah maupun pembuluh darah untuk menunjang sistem tubuh lainnya. Walaupun sejatinya oksigen selalu ada di dalam sistem tubuh khususnya dalam darah atau pembuluh darah, namun pada kondisi-kondisi tertentu dapat saja kadar oksigen dalam darah menurun atau berkurang. Jika demikian maka diperlukan suatu alat yang dapat mengukur kecukupan kadar oksigen tubuh, sehingga seseorang yang mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah dapat langsung diberikan pertolongan sesuai dengan indikasinya.
Pulse oximeter, adalah sebuah alat yang sangat sesuai untuk menunjang kondisi tersebut. Bagi orang awam mungkin alat ini memang belum terlalu familiar, tetapi di dunia medis alat ini tentunya sudah dikenal. Pulse oximeter atau yang biasa disebut juga dengan pulse oximetry merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kadar oksigen maupun kepekatan oksigen (saturasi oksigen) dalam darah tanpa perlu memasukkan alat apapun ke dalam tubuh. Alat ini mampu melakukan deteksi cepat saturasi oksigen secara non invasif sehingga akan cukup canggih untuk diandalkan dalam menangani kasus-kasus gawat darurat.
Dalam pengukuran menggunakan pulse oximeter, kadar oksigen dalam darah dilambangkan dengan SpO2 dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk persentase. Alat sensor dari pulse oximeter ini berupa finger sensor yang memiliki bentuk seperti penjepit dan dapat diletakkan pada jari tangan. Finger sensor ini dilengkapi dengan infra red (infra merah) sehingga sensornya sangat sensitif untuk mengukur kadar oksigen dalam tubuh seseorang.
Mengapa Harus Menggunakan Pulse Oximeter?
Seperti yang sudah disebutkan, pulse oximeter dapat digunakan untuk mengetahui kecukupan kadar oksigen di dalam darah atau untuk menghitung kepekatan oksigen di dalam darah. Informasi ini tentunya akan sangat penting digunakan untuk berbagai kondisi, antara lain:
- Selama atau setelah prosedur pembedahan/operasi atau prosedur lain yang melibatkan pemberian obat penenang (misalnya bronchoscopy).
- Untuk pengaturan pemberian oksigen tambahan.
- Untuk melihat seberapa baik obat paru-paru bekerja (efektifitas kinerja obat paru-paru).
- Untuk menentukan daya tahan pasien terhadap peningkatan kadar aktifitas.
- Untuk mengetahui kebutuhan ventilator untuk membantu pernapasan, atau untuk mengetahui seberapa baik ventilator bekerja.
- Untuk memeriksa apakah seseorang mengalami henti napas saat tidur (sleep apnea).
Selain itu pulse oximeter juga dapat digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan seseorang dengan kondisi yang dapat mempengaruhi kadar oksigen dalam darah seperti serangan jantung, gagal jantung congestive, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), anemia, kanker paru, asma, dan pneumonia.
Bagaimana Cara Kerja Pulse Oximeter?
Pulse oximeter merupakan alat yang sangat besar manfaatnya untuk menunjang pemeriksaan tubuh seseorang dengan kondisi kesehatan yang cukup berat. Dengan manfaatnya yang sangat berguna bagi tubuh dan dapat berpengaruh terhadap pengambilan tindakan medis yang pada tahap berikutnya, sebenarnya bagaimanakah alat ini dapat bekerja?
Pulse oximeter menggunakan sifat hemoglobin yang mampu menyerap cahaya dan denyut alami aliran darah di dalam arteri untuk mengukur kadar oksigen pada tubuh. Alat ini dilengkapi dengan sumber cahaya, pendeteksi cahaya dan mikroprosesor yang dapat membandingkan dan menghitung perbedaan hemoglobin yang kaya akan oksigen dengan yang kekurangan oksigen. Satu sisi dari alat ini mengandung sumber cahaya dengan dua jenis yang berbeda yaitu merah dan infra merah. Kedua jenis cahaya tersebut disebarkan melalui jaringan tubuh menuju pendeteksi cahaya yang terdapat pada sisi lain alat ini. Hemoglobin yang lebih kaya akan oksigen akan menyerap lebih banyak cahaya infra merah, sedangkan yang tidak memiliki oksigen akan menyerap cahaya merah.
Sementara itu mikroprosesor pada alat ini dapat berguna untuk menghitung perbedaan kadar oksigen dan mengubah informasi tersebut ke dalam nilai digital. Nilai tersebut selanjutnya ditaksir untuk menentukan jumlah oksigen yang dibawa oleh darah. Pengukuran penyerapan cahaya relatif dibuat beberapa kali setiap detiknya. Pengukuran tersebut kemudian diproses oleh mesin untuk memberikan gambaran baru setiap 0,5 hingga 1 detik. Gambaran selama 3 detik terakhir adalah nilai rata-rata yang akan muncul.
Bagaimana Cara Menggunakan Pulse Oximeter?
Pulse oximeter biasanya digunakan untuk pasien-pasien dengan kondisi yang cukup gawat darurat ataupun pasien-pasien yang memiliki indikasi tertentu. Sebelum menggunakan alat ini, sebaiknya lakukan beberapa persiapan berikut:
- Tentukan terlebih dahulu apakah pasien membutuhkan pengukuran hanya satu kali saja atau pengamatan secara berkelanjutan. Jika hanya satu kali, alat ini langsung dilepas setelah pengukuran selesai.
- Lepaskan apa pun yang dapat menyerap cahaya pada bagian tubuh yang akan diaplikasikan, misalnya jika alat ini akan digunakan pada jari, maka sangat penting untuk menghilangkan apapun yang dapat menyerap cahaya (seperti darah kering atau cat kuku). Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan hasil pengukuran.
- Hangatkan terlebih dahulu bagian yang akan ditempeli alat ini, karena suhu yang dingin akan menyebabkan aliran darah tidak lancar, yang juga dapat menyebabkan kesalahan hasil pengukuran.
- Singkirkan sumber gangguan apapun dari lingkungan sekitar. Jika cahaya di sekitar tempat pengukuran terlalu terang maka hal ini dapat membutakan sensor cahaya pulse oximeter sehingga pengukuran yang dihasilkan pun menjadi tidak akurat.
Jika persiapan tersebut telah dilakukan, pulse oximeter dapat langsung digunakan. Alat ini biasanya ditempelkan pada jari tangan dengan cara dijepit. Jangan lupa untuk membaringkan tangan di dada, tepatnya di atas jantung. Selama pemeriksaan berlangsung hendaknya kurangi segala jenis pergerakan tubuh, karena pergerakan tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan hasil pengukuran menjadi tidak akurat.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan pulse oximeter. Jangan gunakan sensor pulse oximeter pada jari yang lengannya menggunakan ban dari alat pengukur tekanan darah otomatis, karena aliran darah menuju jari akan terhenti pada saat ban dipompa. Disamping itu, perlu diingat pula bahwa penggunaan pulse oximeter pada perokok adalah suatu hal yang sia-sia. Mengapa demikian? Karena alat ini tidak dapat membedakan antara kepekatan oksigen normal dan kepekatan karbonmonoksida dalam hemoglobin yang terjadi karena penghirupan asap. Oleh karenanya hindarilah merokok, karena pada dasarnya merokok memang akan membawa dampak buruk bagi tubuh.
Hasil Pengukuran Pulse Oximeter
Pengukuran pulse oximeter akan ditampilkan pada LED monitor alat ini. Kadar kepekatan oksigen akan ditampilkan dalam bentuk persentase. Selain itu akan ditampilkan pula pengukuran denyut jantung pasien. Jika kadar kepekatan oksigen berkisar antara 95% sampai dengan 100% maka kondisi ini terbilang normal. Namun, perlu berhati-hati jika hasil pengukuran kadar oksigen turun hingga dibawah 85%. Segera berikan bantuan medis jika kondisi tersebut terjadi.
Adakah Risiko Dari Penggunaan Pulse Oximeter?
Seperti prosedur medis lainnya, penggunaan pulse oximeter pun tak dapat terhindar dari risiko. Namun risiko yang ditimbulkan dari penggunaan alat ini umumnya sangatlah kecil. Jika menggunakan pulse oximeter dalam waktu yang lama maka kemungkinan pasien akan mengalami kerusakan jaringan pada bagian tubuh yang biasa digunakan untuk pengaplikasian alat ini, misalnya pada jari tangan. Iritasi kulit juga terkadang dapat terjadi jika menggunakan pulse oximeter yang mengandung perekat. Karenanya, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum memulai prosedur ini.
Itulah ulasan mengenai alat pulse oximeter. Ingin membeli pulse oximeter dengan harga terjangkau? Atau ingin mendapatkan berita kesehatan menarik lainnya? Jangan lupa kunjungi website Medicalogy. Dapatkan pula berbagai promo menarik lainnya hanya di website kesehatan terpercaya, Medicalogy. (pf)
Sumber
Sunday, September 9, 2018
PERKEMBANGAN BAGIAN OTAK BERDASARKAN FUNGSINYA Batang otak (Brainstem)
Batang otak mengendalikan seluruh refleks bawaan bayi seperti menangis,menyusu, dan fungsi-fungsi organ tubuh seperti bernafas, detak jantung, tekanan darah, tidur, dan lain-lain. Batang otak juga mengendalikan emosi bayi, dimana hal ini banyak dipengaruhi oleh cara Anda menghadapinya, dan pengertian Anda pada saat mengahadapinya , seperti kesabaran, perhatian, dan pengertian Anda pada saat merawatnya.
Otak kecil (Cerebellum)
Otak kecil terletak dibagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Otak kecil berfungsi untuk mengontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakanserta sensor. Bagian ini akan berkembang sehingga pertumbuhan bayi bisa terlihat dari peningkatan kualitas gerakannya, mulai dari berguling, merangakak, dan kemudian berjalan. Bagian otak kecil ini akan mengombinasikan signal yang diterima dari seluruh indera bayi untuk kemudian memberikan informasi kepada bayi tentang apa yang dirasakannya pada saat dia bergerak. Aktifitas yang dikendalikan oleh otak kecil ini adalah kontrol kepala, membalikan badan (berguling atau tengkurap), duduk, merangkak, dan berjalan.
Occipital Lobe
Opicitical lobe bagian dari otak besar, terletak dikepala bagian belakang, dan berfungsi mengontrol penglihatan sehingga bayi mampu memahami apa yang dilihatnya. Penglihatan adalah salah satu indera yang paling rendah pada saat bayi dilahirkan.bayi bisa mengenali cahaya, bentuk, dangeraka, tetapi semuanya masih terlihat kabur. Karena saraf yang masih menghubungkan informasi penglihatan ke otak masih belum sempurna. Pada saat baru lahir, bayi hanya bisa melihat obyek berjarak 20-40 cm. untuk merangsang perkembangan sarafpenglihatan ini, bayi perlu melihat berbagai macam obyek. Melalui penglihatan ini, bayi akan menyerap informasi yang sangat banyak sekali tentang dunia yang ada di sekelilingnya. Hal ini juga akan merangsang perkembangan bagian otak lainnya sehingga menolong pertumbuhan fisik lainnya seperti berguling, merangkak, duduk dan berjalan.
Parietal Lobe
Parietal lobe merupakan bagian dari otak besar, terletak dibagian atas kepala, tepat diatas occipital lobe, dan berfungsi untuk mengontrol indera rasa, peraba, kemampuan mengenal obyek,koordinasi mata dan tangan, serta pemahaman atas apa yang dilihat oleh mata. Bagian ini merupakan bagian yang paling banyak mendapatkan pengaruh dari rangsangan lingkungan. Contohnya, jika Anda memperlihatkan suatu mainan baru untuk bermain, maka Anda merangsang secara langsung perkembangan otak bagian ini.pengendalian penglihatan oleh parietal lobe dilakukan bersama-sama dengan otak bagian occipital lobe.
Frontal Lobe
Frontal lobe adalah bagian dari otak besar, terletak di kepala bagian depan (dahi), berfungsi untuk mengendalikan segala sesuatu tentang bicara, berjalan, pemahaman/pemecahan masalah dan aspek-aspek emosi, serta sosialisasi. Otak bagian ini mulai berkembang pada saat bayi mulai banyak bergerak dan mengeluarkan suara, yaitu berumur 6 – 12 bulan. Sebagai dari bagian otak besar (cerebrum), bagian ini biasanya akan dibagi lagi menjadi otak belahan kanan dan otak belahan kiri, dimana para ahli telah membuktikan bahwa keaktifan salah satu bagian otak ini akan menentukan kepandaian seseorang tentang sesuatu hal. Hal ini disebabkan fungsi pengendalian dari otak kanan dan otak kiri ternyata berbeda.cotohnya, jika bayi Anda mulai berbicar atau mengeluarkan suara, maka otak belahan kirinya mulai aktif. Sementara jika bayi Anda tertidur oleh nyanyian Anda maka otak belahan kanannya yang bekerja.
Beberapa penelitian menunjukan bahwa otak belahan kanan akan lebih dahulu berkembang pada bayi laki-laki,sedangkan bayi perempuan akan lebih dahulu otak bagian kirinya. Otak belahan kiri akan mengendalikan aktifitas yang berhubungan dangan bahasa, sedangkan otak bagian kanan akan mengendalikan aktifitas musik dan daya ingat secara visual. Itulah sebabnya, mengapa sering terjadi bahwa perempuan akan cepat mulai berbicara. Perkembangan yang berbeda ini akan menjadi sama pada saat anak mencapai usia sekitar 8 tahun.
Temporal Lobe
Temporal lobe adalah bagian dari otak besar, terletak di kepala bagian samping (pelipis), berfungsi untuk mengendalikan pendengaran, beberapa aspek bahasa(bicara) dan penciuman, serta ingatan dan emosi, terutama rasa takut, yang pada akhirnya berhubungan dengan kemandirian.
Music
Music berpengaruh pada perkembangan mental dan fisiologis otak, membantu pembentukan jalur-jalur saraf yang berhubungan dalam otak dengan cara mendorong terbentuknya antarasel otak. Sebagai contoh, saluran informasi utama diantara kedua belahan bagian otak, corpus collosum, tumbuh lebih besar dari sebagai hasil dari stimulasi musik. Hal ini menhasilkan hubungan yang lebih efisien diantara kedua bagain otak,menghasilkan koordinasi yang lebih baik antara belahan kiri dan belahan kanan Otak. Proses mental dan fisik yang baik,termasuk didalamnya koordinasi tangan dan kemampuan berbagai macam tugas.
Sel-sel otak
Seorang bayi yang belum dilahirkan mengalami pertumbuhan 100.000 sel saraf dalam otak setiap menitnya dan pada saat telah dewasa,di dalamnya terdapat 100 milyar sel. Sembilan puluh persen dalam otak ini tidak banyak melakukan pekerjaan; tugasnya adalah melekatkan diri pada neuron, yang merupakan sel-sel otak yang melakukan semua pekerjaan.
Setiap neuron terdiri dari sebuah saluran pusat (nukleus) yang dikelilingi oleh banyak sulur, berbentuk seperti jari-jari sebuah ban mobil,berputar kesemua arah. Sulur-sulur ini adalah sistem kabel otak yang mentransmisikan sinyal-sinyal listrik ke dan dari neuron. Nukleus layaknya kotak pengontrol yang mengirimkan sinyal pada jalur-jalurnya.
Axon dan Dendrite
Sulur-sulur otak memiliki bagian yang berfungsi mengirimkan sinyal dan bagian yang berfungsi menerima sinyal. Pengirim sinyal dikenal sebagai Axon, danpenerimanya dikenal sebagai Dendrite.
Sinapsis
Agar sinyal berhasil terkirim, otak perlu menghubungkan axon pada dendrite. Hubungan ini menyalurkan aliran listrik dan dikenal sebagai sinapsis. Sebenarnya tidak ada hubungan secara fisik diantara keduanya karena terdapat celah kecil diantara Axon dan dendrite,dan celah inidikenal sebagai Celah Sinapsis (synapsis gap).
Pesan yang dibawa sepanjang axon sebagai aliran istrik dikirim ke dendrite oleh sebuah neurontransmitter.
Neurontransmitter
Neurontransmitter adalah zat kimia yang dihasilkan oleh sel, dan zat kimia ini meneruskan sinyal-sinyal ke seluruh otak. Ada lebih dari lima puluh jenis neurotransmitter berbeda, dan dua yang paling penting adalah glutamate adalah satu dari neutransmitter utama yang terlibat dalam perkembangan daya ingat dan membantu dalam proses belajar, sedangkan endorphine menurunkan rasa sakit, menurunkan tingkat kecemasan, dan menumbuhkan rasa ketenangan.
Neuron memiliki sampai 10.000 hubungan pada sel-sel berdekatan ,karena satu aliran listrik dapat diteruskan kebanyak cabang ini, jutaan neuron dapat dirangsang oleh hanya satu rangsangan. Sama halnya dengan mengirimkan e-mail yang sama pada semua orang yang ada dalam dafar alamat email anda. Zneuron dapat memicu sejumlah besar pada aktifitas pada otak. Hasil dari semua aktifitas ini mungkin berupa emosi, pemikiran, atau tindakan seperti melemparkan bola.
STIMULUS
Ketika otak beraksi terhadap sesuatu, otak menyala dengan aktifas berupa pengiriman sinyal secara cepat melewati jaringan sinapsis dan memicu aktifasi listrik diseluruh bagian otak. Tidak heran jika kita menggambarkan hadil intelegensi nak-anak sebagai cemerlang (bright)!
Baru-Baru ini, para ilmuantelah mampu melihat bukti dari semua aktifitas ini melalui penggunaan mesin seperti pemindai MRI. Sebuah pemindai fungsional MRI – Magnetic Resonace Imaging (Pencintraan Resonansi Magnetic) – dapat menghasilkan gambar aktifitas otak dengan menelusuri aliran glukosa dan oksigen keberbagai wilayah. Zat - zat kimia ini adalah bahan bakar yang digunakan oleh otak ketika melakukan berbagai hal. Kebanyakan bagian otak masih sangat misterius dan salah satu masalah besar saat membandingkan aktifitas otak dengan intelegensi adalah tidak ada seorangpun yang benar-benar mengetahui apa yang membuat suatu otak lebih pandai dibandingkan dengan otak yang lain.
Hal ini mungkin bergantung kepada :
- Jumlah sel dalam otak
- Skema jaringan saraf
- Densitas jaringan
- Kecepatan transfer sinyal-sinyal dalam otak
Pemutusan jaringan saraf yang tak terpakai
Ketika otak membuat hubungan antarneuron, otak memutuskan hubungan-hubungan lain sehingga hanya hubungan yang lebih kuat. Proses pemutusan jaringan tak terpakai pada otak kadang disebut sebagai Neural Darwinism. Selama proses ini, otak belajar mereplikasi pola-pola yang dianggap bermanfaat bagifungsi mental dan fisik. Penyalaan saraf yang jarang digunakan pada tahap ini memudar ketika perawatannya tidak penting. Proses pemutusan jaringan tak terpakai ini perlu dilakukan karena jika tidak, otak tidak akan mampu melayani banyak informasi yang perlu diproses. Proses pemutusan jaringan tak terpakai inilah yang menjadi dasar fundamental dari pola pemikiran.
Saat seorang anak mencapai usia enam tahun, ia memiliki lebih banyak hubungan saraf dari pada tahap-tahap lain dalam hidupnya. Pada usia ini, proses pemutusan jaringan tak terpakai berkembang cepat,dengan member prioritas pada jaringan yang dominan pada wilayah-wilayah yang jarang digunakan. Ketika otak memperkuat hubungan yang lebih kuat dan memutuskan yang lebih lemah, pola – pola dan lipatan yang dapat dilihat mulai muncul. Tonjolan – tonjolan ini disebut gyri – yang mengindikasikan hubungan dekat jaringan neuron; sedangkan lipatan diantaranya adalah wilayah yang kurang dinamis yang disebut sulci.
Seiring dengan proses pengefisiensinan otak,kita mungkin kehilangan beberapa kemampuan yang kita bawa sejak lahir. Gunakan kemampuan itu atau bersiap-siaplah untuk kehilangan! Jika tidak dilatih, kemampuan ini dapat mudah berubah menjadi hampir setiap kemampuan supernatural.
Otak kiri dan Otak kanan
Sisi kiri otak adalah sisi analitas dan berhubungan dengan materi –materi nyata secara rasional.
- Berhubungan dengan persepsi
- Mengatur kegiatan berbicara, membaca, dan menulis.
- Berhubungan dengan logika
- Berhubungan dengan aritmatika
- Mengenali kata, huruf dan angka.
- Berhubungan dengan interprestasi literal dari kata-kata.
- Bertindak sebagai “prosesor serial” – memantau waktu dan urutan.
- Memproses informasi pendengaran.
- Dianggap sebagai belahan otak pesimis.
Sisi otak sering dikategorikan sebagai sisi intuitif dan kreatif.
- Bagian “mimpi” dari otak.
- Berhubungan dengan persepsi.
- Mengatur informasi visual dari informasi verbal.
- Bertindak sebagai “prosesor paralel”.
- Berhubungan dengan pengenalan pola dan pemahaman ruang.
- Mengatur pengenalan wajah, objek, dan tempat.
- Memproses aljabar, geometri, informasi visual, rotasi, dan pencitraan mental.
- Dipicu oleh emosi.
- Bertanggung jawab untuk pemrosesan awal informasi musical.
Persepsi popular dari otak adalah bahwa ada batas jelas yang membedakan sisi kiri dan kanan otak. Sebenarnya, tidak ada pemisah yang sederhana antara kedua belahan karena kebanyakan informasi diproses oleh kedua belah otak. Kedua sisi otak bekerja secara bersamaan meneruskan proses dan hal ini berarti terjadi lalu-lintas pertukaran yang luar biasa diantara kedua belah otak.
Jalur utama diantara kedua bagian otak dikenal sebagai corpus callosum dan memiliki bentuk sebagai kumpulan tebal dari sekitar 200 juta serat saraf. Jalur ini sangat aktif ketika mengeksekusi proses yang sangat kompleks, seperti proses bicara dan pemrosesan informasi visual/ruang.
Jika anda melihat sesuatu di sudut mata kiri anda,tempat informasi yang masuk dicatat pada bagian yang berlawanan dari tubuh. Penglihatan, pendengaran, dan informasi rabaan masuk secara”bersilangan” dan secara cepat dipertukarkan diantara kedua belahan. Sebenarnya,satu-satunya informasi yang tetap dipolarisasi pada titik masuknya adalha persepsi penciuman.
Jika seseorang melakukan tugas yang membutuhkan koordinasi fisik dan mental yang lebih tinggi , corpus callosum akan menyala seperti pohon natal.sebagai contoh, ketika seseorang bermain piano,corpus callosum akan mengordinasikan tangan kiri dan tangan kana.pada wktu yang sam, otak akan mengubah informasi fisik terperinci menjadi gerakan fisik dan bereaksi pada sejumlah besar informasi pendengaran.
Corpus calllomus menghubungkan kedua belahan mejadi satu dan bertindak sebagai tempat mengalirnya sinyal. Tujuan aliran ini adalah untuk melaksanakan tugas yang membutuhkan bagian otak berbeda, memproses informasi – informasiyang dibutuhkan secara bersamaa. Temporal lobe berhubungan dengan suara,interpretasi atas bahasa yang diucapkan, dan pemrosesan awal informasi musik. Frontal lobe berhubungan dengan proses analisis berbagai hal dan perubahan rencana.
Saturday, July 21, 2018
Apa itu Oklusi Arteri Karotis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati
Apa itu Oklusi Arteri Karotis?
Oklusi arteri karotis adalah kondisi medis di mana arteri yang memasok darah ke otak tersumbat. Sehingga, otak tidak bisa memperoleh suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, kematian sel otak terjadi hanya dalam hitungan menit dan pasien mengalami stroke. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.
Ada dua arteri karotis yang letaknya ada di setiap sisi leher. Tersumbat atau terblokirnya arteri karotis biasanya disebabkan oleh pembentukan plak. Plak terbuat dari zat yang dapat ditemukan di dalam darah, seperti kalsium dan kolesterol. Pada saat darah beredar di dalam tubuh, sejumlah kecil zat tersebut bisa menempel di pembuluh darah. Lama kelamaan, zat tersebut menumpuk dan menyebabkan penyumbatan. Banyak pasien yang menunjukkan tanda-tanda terkena stroke pada saat arteri mereka mulai menyempit. Tapi gejalanya akan hilang pada saat darah kembali mengalir ke otak. Jika pasien tidak segera menerima pengobatan, arterinya akan benar-benar tersumbat dan berakibat fatal.
Penyebab Oklusi Arteri Karotis
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh plak yang terbentuk di dalam tubuh. Namun, ada penyebab lainnya yaitu kerusakan arteri.
Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini. Seperti, gangguan dan penyakit yang bisa melemahkan dan merusak pembuluh darah. Dua contoh yang paling umum adalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Obesitas dan gaya hidup yang kurang aktif juga bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko.
Untuk mengurangi risikonya, pasien bisa mencari penanganan medis untuk mengobati penyakit mendasar. Dalam banyak kasus, penyakit mendasar yang disebutkan di atas, dapat diatasi dengan obat-obatan serta dengan menjalani gaya hidup sehat.
Pemeriksaan tahunan rutin juga dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya kondisi ini. Sebab, tanda-tanda awal dari oklusi arteri karotis dapat terdeteksi pada saat pemeriksaan fisik. Apabila dapat diketahui sejak dini, maka dapat dilakukan tindakan pencegahan guna mencegah terjadinya stroke.
Gejala Utama Oklusi Arteri Karotis
Arteri karotis yang terblokir/tersumbat merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Gejala dari stroke meliputi:
- Melemahnya atau mati rasa salah satu sisi tubuh secara mendadak
- Merasa bingung secara mendadak.
- Kesulitan berbicara atau memahami ucapan secara mendadak
- Mengalami masalah penglihatan dan keseimbangan secara mendadak
Dalam banyak kasus ditemukan, pasien tidak memiliki gejala awal sebelum terkena stroke. Tapi berdasarkan beberapa laporan, biasanya mereka mengalami sakit kepala parah dan perubahan kemampuan penglihatan secara mendadak.
Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia
Arteri karotis yang tersumbat dapat didiagnosis dengan sejumlah tes dan prosedur. Dokter sering memulainya dengan ultrasound karotis. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mengukur tekanan pada arteri. Jika aliran darah lebih lambat dari biasanya, maka dokter akan melanjutkan dengan tes pencitraan, seperti MRI dan CT scan. Serebral angiography juga sering digunakan untuk memeriksa pasien. Tes ini dapat memberikan gambaran arteri secara jelas. Dengan demikian, dokter bisa memastikan jika memang ada penyumbatan di arteri pasien. Selain itu, dokter juga dapat mengidentifikasi lokasi penyumbatan secara tepat.
Prosedur pengobatan untuk penyakit ini tergantung pada seberapa parah penyumbatan yang terjadi. Selain itu, prosedurnya juga tergantung pada jumlah arteri karotis yang tersumbat.
Apakah hanya satu atau kedua arteri karotis yang tersumbat. Pada kasus ringan hingga sedang dapat diatasi dengan mengonsumsi obat saja. Pasien akan diberi obat tertentu untuk mengatasi penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya oklusi arteri karotis. Ini termasuk penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Pasien juga disarankan untuk menjalani gaya hidup lebih sehat. Penting bagi mereka untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan berolahraga. Mereka juga harus bekerja sama dengan dokter untuk memantau kondisi secara rutin.
Pasien mungkin perlu menjalani pembedahan untuk menghilangkan plak yang menyumbat arteri. Prosedur ini biasanya merupakan operasi terbuka tradisional. Prosesnya membutuhkan sayatan di daerah leher untuk dapat mengakses arteri yang tersumbat oleh plak. Arteri yang tersumbat juga bisa diperlebar dengan tujuan untuk mengembalikan aliran darah normal. Namun, prosedur bedah juga bisa dilakukan dengan menggunakan metode minimal invasif. Prosesnya melibatkan tabung dengan balon di ujungnya akan dimasukkan ke dalam arteri karotis. Begitu berada di posisi yang tepat, maka balon akan dikembangkempuskan. Proses ini akan menekan plak ke dinding arteri, sehingga dapat memberi lebih banyak ruang bagi darah untuk mengalir. Umumnya, ring atau stent dapat ditinggalkan di tempat yang tersumbat agar arteri tetap terbuka.
Prosedur pengobatan akan berbeda untuk pasien yang sudah terkena stroke. Dokter akan fokus untuk menormalkan kembali aliran darah ke otak. Dokter akan melakukannya dengan menyuntikkan aktivator jaringan plasminogen ke dalam vena pasien. Obat ini bekerja dengan cara melarutkan penyumbatan di arteri. Penting untuk dicatat bahwa perawatan ini hanya bekerja jika diberikan dalam waktu tiga jam setelah pasien mengalami stroke. Begitu aliran darah ke otak telah pulih, maka pasien akan memerlukan prosedur seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Rujukan:
- North American Symptomatic Carotid Endarterectomy Trial Collaborators. Beneficial effect of carotid endarterectomy in symptomatic patients with high-grade carotid stenosis. North American Symptomatic Carotid Endarterectomy Trial Collaborators. N Engl J Med. 1991 Aug 15. 325(7):445-53.
- Brown K, Itum DS, Preiss J, Duwayri Y, Veeraswamy RK, Salam A, et al. Carotid artery stenting has increased risk of external carotid artery occlusion compared with carotid endarterectomy. J Vasc Surg. 2015 Jan. 61 (1):119-24.
Sunday, February 18, 2018
How Your Morning Coffee Might Slow Down Aging
By ALICE PARK January 16, 2017
TIME Health
To the age-old question “Is coffee bad for you?”, researchers are in more agreement than ever that the answer is a resounding “no.” A new study published in the journal Nature Medicine found that older people with low levels of inflammation — which drives many, if not most, major diseases — had something surprising in common: they were all caffeine drinkers.
“The more caffeine people consumed, the more protected they were against a chronic state of inflammation,” says study author David Furman, consulting associate professor at the Institute for Immunity, Transplantation and Infection at Stanford University. “There was no boundary, apparently.”
In the study, Furman and his colleagues analyzed blood samples from 100 young and old people. The older people tended to have more activity in several inflammation-related genes compared with the younger group — no surprise, since as people get older, inflammation throughout the body tends to rise. Chronic diseases of aging, like diabetes, hypertension, heart problems, cancer, joint disorders and Alzheimer’s, are all believed to have inflammation in common. “Most of the diseases of aging are not really diseases of aging, per se, but rather diseases of inflammation,” Furman says. The more active these genes were, the more likely the person was to have high blood pressure and atherosclerosis.
What’s more, even among older people, those with lower levels of these factors were more protected against inflammation — and they had something else in common too. They all drank caffeine regularly. People who drank more than five cups of coffee a day showed extremely low levels of activity in the inflammatory gene pathway. Caffeine inhibits this circuit and turns the inflammatory pathway off, the researchers say.
The goal isn’t to make every trace of inflammation disappear, the scientists stress. In fact, inflammation is an important function of the immune system, which uses it to fight off infections and remove potentially toxic compounds. But with aging, the process isn’t regulated as well as it is in a younger body. “Clearly in aging something is breaking down, and we become less effective at managing this inflammation,” says Mark Davis, director of the Stanford institute. “But now in this paper, we identify a particular pathway that was not associated with inflammation before. We are able to point, with a much higher resolution picture, at aging and the things that should be markers for inflammation.”
The key will be to figure out when the inflammatory response starts to spiral out of control. In an upcoming study, Furman and others will soon investigate the immune systems of 1,000 people; he hopes to use that information to develop a reference range of immune-system components to tell people whether their levels are normal, or if they’re at higher risk for developing chronic conditions driven by inflammation.
In the meantime, following the example of caffeine-drinking adults with lower levels of inflammation — by having a cup of joe or two — might be a good idea.
Source
Sunday, August 13, 2017
Kanker tidak perlu dioperasi
Makoto Kondo, ahli kanker terkenal di Jepang. Dia dosen radiologi di Keio University, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun praktek kedokteran, dia berani menyatakan pandangan medis yang tidak berani diungkapkan dokter2 lain.
Ia lulusan Fakultas Kedokteran dari Universitas Keio, Jepang, kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat dan meraih gelar doktor.
Prestasinya mendapatkan penghargaan "Kikuchi Kan ke-60” pada tahun 2012 (pemenang adalah tokoh yang berkontribusi besar terhadap budaya Jepang).
Berikut beberapa nasihatnya:
- Yang menakutkan itu bukan kanker, tetapi “pengobatannya”. Mengapa ada orang yang semula energik, lantas menjadi lemah setelah terserang kanker? Hal ini dikarenakan mereka telah menjalani proses “pengobatan kanker”. Selama “tidak mengobati kanker”, maka penderita bisa menjaga pikirannya secara jelas dan sadar, sampai pada detik2 terakhir hidupnya. Jika ditangani secara tepat, maka tubuh dapat bergerak bebas leluasa. Banyak kanker yang tidak memicu rasa sakit, tapi jika benar2 sakit atau nyeri, itu bisa dikontrol. Jika anda tidak ada gejala sakit, nyaman2 saja, tetap berselera (makan), tapi dalam pemeriksaan medis terdeteksi kanker, maka “kanker” ini dipastikan adalah “pseudo kanker (kanker palsu/semu)”. Dengan hanya mengandalkan pencitraan Sinar-X untuk mendeteksi kanker payudara, 99%-nya juga berupa pseudo kanker, tapi sebagian besar penderita tetap saja akan menjalani mastektomi (operasi pengangkatan payudara), disarankan sebaiknya berhati-hati.
- Lebih dini menemukan kanker juga percuma. Karena sejak lahirnya sel-sel induk kanker, masa kanker merenggut nyawa seseorang itu telah pasti. Bila ditemukan lebih awal, maka “waktu bertahan hidup” jadi lebih lama. Jadi, kita harus melihat “tingkat kelangsungan hidup dalam 10 tahun”, baru bisa menentukan penderita bisa disembuhkan atau tidak.
- Operasi adalah cedera serius buatan (manusia). Setelah operasi, fisik kita akan menurun drastis, amat rentan terinfeksi, bahkan bisa meninggalkan sequela yang sulit disembuhkan. Meninggal di meja operasi juga biasa terjadi. Jika dokter menganjurkan anda untuk operasi, maka dipertimbangkan dengan rinci, efek seusai operasi. Komunitas medis mengatakan: “Begitu operasi dilakukan, maka sel-sel kanker akan murka”. Karena operasi akan meninggalkan bekas luka, dan bekas luka itu merusak sel-sel normal, sehingga sel-sel kanker dalam darah akan meresap ke dalam, mempercepat pembiakan menyebar ke mana-mana.
- Kemoterapi itu sangat beracun. Kanker yang bisa disembuhkan secara kemoterapi hanya ada 4 macam: Leukemia akut, Limfoma ganas, Kanker Testis, Kanker Koriokarsinoma. Beberapa jenis kanker ini hanya sekitar 10% dari semua jenis kanker. Apakah kemoterapi dapat memperpanjang hidup penderita, masih harus dibuktikan lebih lanjut. Racun obat itu sangat keras, dapat berefek samping yang serius. Semakin tinggi usia, dan semakin lama waktu merokok, maka toksisitas kemoterapi akan tampak lebih jelas.
- Sebesar 90% dari penyakit kanker, terlepas diobati tidak, masa bertahan hidupnya sama. Bagaimnapun muhtahirnya perkembangan medis, kanker yang sebenarnya itu mustahil bisa disembuhkan dengan hanya mengandalkan tenaga manusia. Kesaksian2 tentang “sembuh secara ajaib”, “kanker lenyap tak berbekas”, sebagian besar berhubungan dengan pseudo kanker atau kanker semu. “Pseudo kanker” sama seperti jerawat, abaikan saja, karena secara alami akan hilang sendiri. Namun, para dokter justru mempropagandakan melalui media cetak atau eletronik dengan kata-kata promosi “kami telah brhasil menyembuhkan kanker"
- Meskipun dokter telah memastikan bahwa anda terserang kanker, jika anda tidak menderita karena penyakit itu, maka lebih baik menunggu sambil mengamati. Tapi, jika memang anda benar2 ingin mengobatinya, maka coba anda prtimbangkan dulu apakah diagnosis dokter itu benar2 sudah tepat.
- Operasi berjalan sukses ≠ kanker berhasil disembuhkan. Sekalipun operasi berjalan sempurna, namun kanker padat yang sesungguhnya itu juga pasti akan kambuh.
- Makin “canggih” proses terapi, semakin harus anda waspadai. Banyak teknologi yang masih dalam tahap percobaan, tapi begitu dibilang “canggih”, penderita akan patuh saja ibarat kerbau dicocok hidungnya. Intinya, lebih baik anda berhati-hati dengan terapi yang disertai kata “canggih” itu.
- Metode pemeriksaan melalui pancaran sinar-X 360° secara keseluruhan, mengambil gambar cross-sectional (potong–lintang) bagian dalam tubuh (pasien). Dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu setara dengan 200–300 kalinya sinar-X atau radiography normal! Dan dosis radiasi sekali periksa CT Scan itu bisa memicu terjadinya kanker.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh tidak bermanfaat untuk pencegahan dan pengobatan kanker, bahkan sama sekali tidak efektif. Mengapa? Karena tugas sel kekebalan tubuh adalah menyerang benda asing dari luar, sementara sel2 kanker itu terbentuk karena mutasi sel kanker dari dalam tubuh itu sendiri. Sistem kekebalan tubuh manusia tidak akan menganggap sel kanker sebagai musuh. Mengapa kanker dapat tumbuh hingga 1cm diameternya, karena sel-sel kekebalan tidak menganggap sel kanker sbg musuh. Inilah bukti tak terbantahkan mengapa sistem kekebalan tubuh tdk dpt membunuh sel kanker.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Lupakan kanker, tidak perlu operasi, jangan menjalani proses radioterapi atau terapi radiasi, apalagi kemoterapi, jangan pernah lakukan!
Saat badan mulai tidak nyaman, baru pikirkan cara meringankan rasa sakit itu. Dengan begitu, bisa nyaman dan rileks memperpanjang usia hidup. Jika dokter tidak menjelaskan, maka sebaiknya jangan tanya lebih lanjut, karena tak seorang pun yang tahu anda bisa hidup berapa lama.
Tidak peduli apakah itu kanker atau penyakit lain, semua perlu ditangani oleh dokter terkait. Namun, pasien tidak perlu menyerahkan sepenuhnya kepada dokter terkait keputusan menentukan pengobatan, dan dokter juga tidak berhak memberi perintah seenaknya terhdap pasien.
Kita bisa belajar dari batu-batu yang terus bergulir. Asal tahu saja, batu yang terus bergulir tidak akan ditumbuhi lumut. Selama kita banyak menggerakkan anggota tubuh, selalu mengaktifkan otak (berpikir), maka tubuh kita tidak akan berkarat.
Selain itu, selama kita bisa membuat rasa (emosi) menjadi lebih berisi setiap hari melewati suka-duka, sedih-ceria, maka kelima indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba) tidak akan menjadi diam/lamban (pikiran atau tindakan/respon)
Jauhi hal-hal yang tidak menyenangkan, hargai dan syukuri nikmat dari kehidupan kita.
Banyak berjalan, darah akan mengalir ke segenap anggota tubuh, tidak akan tinggal/diam di bagian bawah anggota tubuh, maka tekanan darah akan relatif stabil.
Tertawa lepas bisa mmbantu menggerakkan otot wajah dan sekat rongga badan, sehingga pernapasan akan menjadi lebih dalam, sirkulasi darah juga akan lebih baik, sehingga tubuh juga akan terasa hangat.
Perbanyak nikmati makanan lezat, selalu melakukan hal-hal yang kita sukai, dengan begitu bisa membuat suasana hati menjadi ceria, tak perlu stress, membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak serotonin, dopamin, endorfin, meningkatkan keinginan dan suasana hati ceria, sehingga hidup menjadi lebih ceria.
Dari pengalaman, selama bisa menjaga suasana hati tetap ceria, niscaya akan lupa rasa tidak nyaman/sakit kanker pun tidak akan menjadi lebih parah.
Dewasa ini, banyak yang meninggal karena kanker. Hari ini, nasib malang tampaknya menimpa orang lain, tapi besok bisa saja terjadi pada kita, siapa tahu? Setiap orang hanya bisa menjaga kesehatan masing-masing.
Berbagilah dengan kerabat dan teman-teman. Mulailah lakukan gaya hidup sehat, hadapi hari-hari dengan ceria, inilah resep terbaik utk pencegahan kanker !!!
Saturday, July 29, 2017
Polip Kolon, Penyakit di Usus Besar yang Bisa Serius
Polip kolon adalah gumpalan kecil dari sel-sel yang terbentuk pada lapisan usus besar (kolon). Meskipun polip kolon tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus dapat menjadi kanker seiring berjalannya waktu.
Siapapun dapat mengalami polip pada kolon. Orang yang mempunyai risiko tinggi mengalami polip kolon yaitu yang berusia lebih dari 50 tahun, kelebihan berat badan atau perokok, makan tinggi lemak dan kurang serat, serta yang memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena polip kolon atau kanker kolon.
Biasanya polip kolon tidak menimbulkan gejala, sehingga para ahli menyarankan skrining (pemeriksaan) secara rutin. Polip kolon yang ditemukan pada tahap awal biasanya masih dapat disembuhkan dengan tuntas. Skrining membantu mencegah kanker kolon, karena penyakit ini seringkali fatal ketika dideteksi pada tahap yang sudah lanjut.
Ada tiga jenis utama dari polip kolon:
1. Adenomatosa
Sebagian besar polip termasuk dalam kategori ini. Meskipun hanya sebagian kecil polip yang berkembang menjadi kanker, namun hampir semua polip ganas yang berasal dari jenis adenomatosa.
2. Hiperplastik
Polip ini paling sering terjadi di kolon dan rektum. Biasanya memiliki ukuran kurang dari 5 mm, jenis polip ini sangat jarang berkembang menjadi kanker.
3. Inflamasi
Polip ini dapat menyertai serangan ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon. Meskipun polip sendiri tidak terlalu berbahaya, namun memiliki ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon meningkatkan risiko kanker kolon.
Penyebab:
Sebagian besar polip tidak bersifat ganas atau berkembang menjadi kanker. Namun seperti kebanyakan kanker, polip adalah hasil dari pertumbuhan sel yang abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur yang merupakan proses yang dikontrol oleh gen.
Mutasi dalam setiap gen ini dapat menyebabkan sel untuk terus membelah bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Jika pembelahan sel-sel dalam kolon dan rektum tidak terkontrol, maka dapat menyebabkan terbentuknya polip.
Selama jangka waktu yang panjang, beberapa polip dapat menjadi ganas. Polip dapat berkembang di bagian mana saja di dalam kolon. Polip dapat berukuran kecil atau besar dan datar (sesil) atau berbentuk menyerupai jamur atau seperti melekat pada batang (pedunkulata). Secara umum, semakin besar ukuran polip, semakin besar kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker.
Gejala:
Polip kolon sering muncul tanpa gejala, seringkali polip kolon tidak terdeteksi sampai dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Namun, sebenarnya beberapa tanda dan gejala yang dapat mengarah pada polip kolon, antara lain:
1. Perdarahan pada dubur
Perdarahan pada dubur belum tentu merupakan gejala polip kolon, namun sebaiknya berkonsultasilah pada dokter jika mengalami kondisi ini.
2. Sembelit atau diare
Meskipun perubahan dalam kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari seminggu dapat menunjukkan adanya polip kolon, namun juga dapat merupakan gejala dari penyakit lain.
3. Nyeri
Kadang-kadang polip kolon dapat menyumbat usus, sehingga dapat menyebabkan konstipasi, sakit perut, kram, mual, dan muntah.
Kapan perlu periksa ke dokter?
Berkonsultasilah ada dokter jika melihat tanda dan gejala berikut:
- Nyeri perut
- Darah pada tinja/feses
- Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari seminggu
Perawatan:
Meskipun beberapa jenis polip kolon lebih memungkinkan berkembang menjadi ganas, ahli patologi biasanya harus memeriksa jaringan polip di bawah mikroskop untuk menentukan apakah itu berpotensi menjadi kanker. Untuk alasan ini, dokter kemungkinan akan melakukan biopsi (pengambilan selapis tipis jaringan untuk pemeriksaan histologis) pada polip yang ditemukan.
1. Colonoscopy atau sigmoidoscopy
Sebagian besar polip dapat diangkat selama colonoscopy atau sigmoidoscopy menggunakan lengkungan (loop) kawat yang secara bersamaan memotong tangkai polip dan cauterizes untuk mencegah perdarahan. Beberapa polip kecil dapat dibakar atau dibakar dengan arus listrik (electrosurgery). Resiko pengambilan polip (polypectomy) termasuk perdarahan dan perforasi (lubang) kolon.
2. Operasi
Colonoscopy atau sigmoidoscopy tidak terlalu aman dilakukan pada polip yang terlalu besar, sehingga biasanya dilakukan pembedahan yang seringkali menggunakan teknik laparoskopi. Setelah bagian kolon yang terdapat polip diangkat, polip masih dapat tumbuh kembali di permukaan lain kolon, sehingga penting untuk memantau terus kondisi kolon.
3. Endoscopic mucosal resection
Beberapa pusat pelayanan medis melakukan endoscopic mucosal resection (EMR) untuk menghilangkan polip yang lebih besar dengan colonoscope. Dengan teknik ini, cairan seperti garam disuntikkan di bawah polip untuk mengangkat dan mengisolasi polip dari jaringan di sekitarnya. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengangkat polip yang lebih besar. Dengan prosedur ini, Anda dapat menghindari operasi, namun belum ada studi lebih lanjut mengenai komplikasi yang dapat ditimbulkan pada prosedur ini.
4. Pengangkatan kolon dan rektum
Dalam kasus yang jarang, sindrom yang diturunkan seperti familial adenomatous polyposis (FAP), dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat seluruh kolon dan rektum (proctocolectomy total). Kemudian, dalam sebuah prosedur yang dikenal sebagai ileal pouch-anal anastomosis, sebuah kantong yang dibangun dari ujung usus kecil (ileum) yang melekat langsung ke anus. Hal ini memungkinkan untuk dapat membuang feses secara normal, meskipun menyebabkan buang air besar lebih sering dan dengan konsistensi yang lebih encer.
Sumber: MayoClinic
Subscribe to:
Posts (Atom)









